Wahai Teman Masa Kecilku, Dimana Jilbabmu

Dari mulai TK sampai dengan SMP, kebetulan saya disekolahkan di sekolah islam. Dari kecil memang sudah terbiasa melihat teman-teman dan para ibu guru menggunakan jilbab.

Memang sudah selayaknya wanita muslimah menggunakan jilbab. Meskipun  ketika masih belum baligh, belum diwajibkan menggunakannya, tetapi murid-murid yang masuk sekolah islam, harus menggunakan jilbab sebagai seragam sekolahnya.

Menurut saya, selain memang jilbab itu adalah bagian dari seragam sekolah, juga untuk membiasakan para murid perempuan untuk menggunakan jilbab dari kecil. Diharapkan ini akan terbawa sampai mereka dewasa nanti.

Tujuan sekolah tentunya adalah mendidik murid-muridnya. Termasuk juga pendidikan tentang fiqih yang di dalamnya diatur tentang aurat.  Dan saya yakin, setiap murid yang pernah belajar di sekolah islam, paling tidak di sekolah saya dulu, pernah mendapatkan pelajaran tentang ini.

Namun, sekarang setelah dewasa, dan bertemu kembali dengan teman-teman masa kecil secara langsung atau melalui facebook dan fasilitas teknologi komunikasi lainnya, ada sebagian tidak lagi mengenakan jilbabnya. Malah yang lebih memprihatinkan lagi, tidak hanya sekedar melepas jilbab, tapi juga mengenakan pakaian yang mempertontonkan bagian aurat lainnya, selain rambut.

Ini hanya sekedar mengingatkan, kawan. Untuk orang-orang yang belum mengerti tentang kewajiban menutup aurat, bisa dimaklumi seandainya mereka tidak berjilbab dan menutup auratnya saat ini. Tapi kita, sebagai alumni dari sekolah islam, sekolah yang mengajarkan tentang kewajiban menutup aurat, ini yang menjadikan kita tahu akan kewajiban ini. Sebagai orang yang tahu, tapi tidak melaksanakannya…. hhhmmmmm, bagaimana menurut Anda, kawan ?

Anda mungkin berpikir, apa urusan lo…. Ya, secara langsung memang bukan urusan saya. Tapi sebagai sesama umat muslim, kita ini bersaudara. Sebagai saudara tentunya saya punya tanggung jawab moral untuk mengingatkan. Sejalan dengan apa yang telah Allah SWT firmankan dalam surat Al -Ash :

Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.

Sekali lagi ini hanya sekedar mengingatkan kawan. Saya tidak berani atau tidak sempat mengatakan langsung. Untuk saat ini, hanya tulisan ini yang bisa saya lakukan untuk bisa saling mengingatkan sebagai sesama muslim.

Tidak ada maksud apa-apa, hanya sedikit saja berperan untuk kebaikan bersama. Saya hanya bisa mengingatkan, pada akhirnya hanya Allah yang bisa membolak-balikan hati hambanya.

Mohon maaf, apabila tulisan ini tidak berkenan di hati Anda….

Salam Bahagia,
Octa Dwinanda

4 thoughts on “Wahai Teman Masa Kecilku, Dimana Jilbabmu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *