Tulisan Features Pertamaku

Sekumpulan titik titik air yang turun berbarengan dari langit membuat langkah ku terhenti untuk segera pulang. Malam itu memang tidak seperti biasanya. Hujan yang sudah lama tak turun, hari itu turun dengan lembutnya membasahi setiap jalan yang akan ku lewati.

Aku hanya bisa menunggu di pelataran gedung tempat ku bermain dengan lempengan-lempengan besi bertuliskan 5 kg, 10 kg, dan lainnya. Ya, kegiatan yang harus aku sempatkan untuk membuat tubuh ku tetap bugar dan berat badan tetap terjaga, tentunya selain mengkonsumsi makanan kesehatan rekomendasi dari peraih nobel di bidang kedokteran, Dr. Louis Ignaro.

Menunggu memang membosankan, tapi untunglah aku ditemani dengan sebuah perangkat yang menghubungkanku dengan sebuah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) yang memungkinkan ku melihat dunia luar melalui layar 3 inci.

Langit masih meneteskan butiran-butiran air, menandakan hujan belum benar-benar berhenti. Satu persatu para penganut faham hidup sehat, mulai meninggalkan gedung. Aku tetap menunggu, memastikan jaket dan celana yang ku kenakan tidak basah nantinya. Namun jarum kecil di lenganku telah menunjukkan angka 8. Memaksaku untuk segera bergerak meninggalkan gedung, walaupun gemericik air masih sayup-sayup terdengar. Aku harus pulang. Dengan laju yang tidak terlalu kencang, ku tembus dinginnya malam.

Jam di dinding ruang tamu rumahku menunjukkan pukul 21.45. Itulah hal yang pertama kali ku lihat ketika masuk ke dalam rumah mungilku. Cukup lama juga aku berada di luar, karena sebelumnya aku harus mampir dulu ke lapak pulsa saudara kandung ku untuk mengambil barang  pesanan klien produk kesehatan yang menjadi bisnis sambilanku.

Hari  yang melelahkan. Beristirahat merupakan satu-satunya hak bagi tubuh yang belum ku penuhi hari itu. Segelas Shake Vanila menghantarkanku ke peraduan dan diriku pun tertidur pulas.

Salam Bahagia,
Octa Dwinanda

NB: Tulisan features pertamaku, hasil workshop 2 hari di hotel Aryaduta. Bagaimana menurut Anda?

 

Please follow and like us:

3 thoughts on “Tulisan Features Pertamaku”

  1. Andrian membuka kaca mata hitamnya. Dari kaca spion dilihatnya rambutnya yang sedikit acak-acakan. Dengan jari tangannya yang putih dan kokoh karena rajin fitness dan angkat barbell, dirapihkannya anak rambut di depan matanya. Sambil tangan kirinya tetap memegang helm arai hitamnya. Dia tidak turun dari motor, dia nampak menunggu seseorang di depan sebuah gedung ruko bertingkat lima. Dilihatnya jam tangan di pergelangan tangan kanannya, tak lama ia bergumam pelan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *