Shalat Jum’at Pertama Haykal

Di suatu hari jum’at tahun 2011 adalah pertama kalinya Haykal saya ajak sholat Jum’at di Masjid.

Seperti biasa, kemanapun Haykal saya ajak keluar dengan motor, selalu disambut dengan keriangan. Pokoknya naik motor. Walaupun hanya bolak balik di dalam gang.

Apalagi kemarin ketika di ajak sholat jum’at. Sebenarnya mungkin dia tidak terlalu tertarik sholat juma’atnya. Tapi yang membuat dia semakin excited adalah persiapan sebelumnya. Dimulai dari mengenakan seragam baju koko dan membawa sejadah kecilnya.

Setelah siap semuanya, barulah saya dan Haykal berangkat ke masjid yang jaraknya tidak dekat dan itulah kenapa harus mengendarai motor.

Sesampainya di masjid, Haykal agak sedikit linglung melihat keramaian di masjid. Mungkin karena linglungnya dia selalu pegang erat-erat tangan ayahnya.

Sampai di dalam masjid, saya dan Haykal sama-sama  menggelar sajadah. Kemudian saya melakukan sholat tahiyatul masjid. Tanpa disuruh, Haykal pun mengikuti ayahnya sholat. Tapi jangan bayangkan Haykal melakukan rukun sholat dengan benar ya. Kadang sehabis mengangkat dan menyedekapkan kedua tangannya dia langsung melakukan sujud tanpa rukuk. Karena tidak diperhatikan, tanpa disadari sudah salam saja. Memang begitulah anak-anak. Mereka masih melakukan apa yang menurut mereka nyaman. Kalau bahasanya jawanya “sekarepmu” (eh… bener ga ya bahasa jawanya)

Setelah sholat sunnah, Haykal duduk dipangkuan saya, tidak duduk di samping. Padahal sajadahnya sudah digelar rapih di samping saya. Mungkin karena lingkung, dia merasa tenang kalau berada dipangkuan saya.

Selama khutbah berlangsung, sesekali dia berdiri dan melihat ke belakang. Melihat ke arah anak-anak yang sedang berkumpul dan sedikit membuat keributan. Untungnya dia tidak tertarik untuk ikut terlibat. Kalau Haykal sampai terpengaruh, mungkin akan membuat saya sedikit repot.

Sampai sholat jum’at berakhir, apa yang saya khawatirkan sejak di rumah, tidak terjadi. Ternyata Haykal baik-baik saja, tidak ngeluyur kemana-mana di dalam masjid.

Itulah pengalaman pertama Haykal sholat jum’at di masjid. Saya pikir, sepertinya ini akan menjadi rutinitas saya untuk mengajak Haykal sholat di masjid. Mudah-mudahan Haykal besar nanti bisa menjadi “anak masjid”. Tidak menjadi “anak dugem” atau “anak party”. Amin allahumma amin……

Salam Bahagia,
Octa Dwinanda

16 thoughts on “Shalat Jum’at Pertama Haykal”

    1. So sweet juga mas Octa. Hehehehe

      Dulu sih pernah ajak ponakan sholat Jumat, eh ternyata malah membuat dia senang maen-maen di dalam masjid sampai saya kerepotan. Huh :kusut:

      Soalnya masih umur 4 tahunan kalau gak salah. Nanti deh kalau dia sudah SD saya bawa lagi. :yoyo:

  1. Memang perlu dicoba mas, saya sudah aja anak saya ketika 2,7 thn dan alhamdullillah ga rewel, cuma kalo ada temen sebaya juga ikut jum’atan waah ramenya sulit dikendalikan

    1. nah itu dia yang tadinya saya khawatirkan mas….. tapi alhamdullillah tidak terjadi 🙂

Leave a Reply to Erdien Cancel reply