Seminar 7 Keajaiban Rezeki

Hari minggu tanggal 8 Januari 2012, saya mengikuti seminar “7 Keajaiban Rezeki” yang diadakan di Hotel Kini Pontianak, dengan pembicaranya, siapa lagi kalau bukan penulis bukunya, Ippho Santosa. Seminar dasyat yang menjadi awal yang mencerahkan dalam mengarungi tahun 2012 dengan penuh semangat dan optimisme tingkat tinggi… Insya Allah.

Cerita dulu dibalik keikut-sertaan saya di seminar ini ya…

Saya tahu bahwa akan ada seminar ini dari timeline-nya Ippho Santosa. Itu kalau tidak salah, sudah sejak bulan November, mas Ippho sudah mendengung-dengungkannya.

Awalnya saya masih ragu untuk mengikuti seminar ini. Ragu bukan karena seminarnya tidak bagus, tapi karena dihantui oleh angan-angan kosong bagaimana seadainya pada tanggal seminar tersebut, saya sudah dimutasikan ke daerah lain… hehe (ngarep dot com). Akhirnya saya putuskan untuk menunda membeli tiketnya.

Kalau tidak salah baru pada minggu ke tiga Desember 2011, saya membeli tiket seminarnya. Lalu, bagaimana kalau seadainya ada mutasi… Ya bodo amat dah, nanti tinggal dijual lagi aja tiketnya, pikir saya saat itu.

Sampai dengan hari H, mutasi itu tak kunjung datang. Tapi justru saya merasa bersyukur, akhirnya saya bisa mengawali tahun 2012 dengan mengikuti seminar dasyat yang memang sudah saya nanti-nantikan sejak lama.

Hari yang ditunggu akhirnya tiba. Pada pagi harinya, seperti biasa setiap minggu pagi, saya selalu standby di GOR  untuk menyebarkan brosur bisnis kesehatan yang sekarang sedang saya jalankan. Hampir sekitar 200 lembar, berhasil mendarat ditangan-tangan para pengunjung GOR. Sebagian lagi saya jepitkan di wiper mobil yang diparkir disana.

Di GOR hampir setiap minggunya, teman saya yang punya bisnis pulsa pasti hadir. Jadi, dalam aksi saya dalam membuka pintu rezeki (baca : nyebar brosur),ada teman yang menemani.

eh alah… ini kapan mau cerita tentang seminarnya ya…. hehe

Hampir sekitar jam 11 siang, saya pulang dari GOR.  Jadi hanya ada waktu beberapa saat saja untuk istirahat sebentar dan kemudian lanjut menghadiri seminar.

Sesampainya di hotel tempat diadakan seminar, sekitar jam 12.10, saya langsung naik ke lantai 8 menggunakan lift. Ketika pintu lift terbuka, saya disambut oleh kesemerawutan kerumunan orang yang tengah melakukan registrasi. Wih…. memang benar kabar terakhir katanya peserta sudah tembus sampai 500 orang.

Setelah melakukan registrasi, saya langsung masuk dan mencari tempat duduk yang paling depan. Tapi ternyata di dalam sudah ada sebagian orang yang sudah datang lebih dulu yang mengisi barisan depan. Ya,walaupun ga dapat barisan terdepan, paling tidak jarak antara tempat duduk saya dengan panggung tidak terlalu jauh.

Jam sudah menunjuk angka 1 . Artinya sudah lewat setengah jam dari jadwal yang tertulis di tiket. Ono opo iki… kok ngaret…. Baru sekitar jam 13.10 acara baru dimulai, itu pun baru diisi oleh pembawa acara, belum Ippho Santosa. Pembawa acara sedikit menjelaskan kenapa acaranya baru bisa dimulai,  dikarenakan lift hotel hanya ada 2, sementara peserta yang hadir lebih dari 600 orang, oleh sebab itulah acaranya sedikit tertunda karena harus menunggu peserta seminar lainnya.

Dalam sesi pembukaan, pembawa acara memberikan kesempatan kepada beberapa peserta seminar untuk maju kedepan memberikan testimoninya berhubungan dengan peristiwa yang dialami setelah membaca dan mempraktekkan isi dari buku “7 Keajaiban Rezeki“.

Saya pribadi gregetan ingin sekali memberikan testimoni, tapi karena keberanian belum terkumpul, kesempatan pertama saya lewatkan. Jujur saja, saya ini termasuk orang yang gugupnya setengah mati kalau harus berbicara di depan banyak orang.

Tapi karena tekad sudah bulat dan memang punya keinginan kuat untuk punya kemampuan bisa berbicara di depan umum, akhirnya saya memberanikan diri untuk maju ke depan pada kesempatan kedua dengan dengkul agak sedikit gemetar. Makanya saya menyiasati dengan sedikit berlari menuju panggung untuk sedikit menghilangkan rasa gugup.

Ya singkat cerita, saya berhasil melawan ketakutan saya untuk berbicara di depan banyak orang. Memang terbukti bahwa salah satu cara untuk melawan rasa takut adalah dengan melakukan saja apa yang kita takutkan itu. That’s it !

Masuk ke materi nih…..

Sebenarnya materinya tidak jauh berbeda dengan apa yang ada di buku, jadi kalau mau tahu lebih lengkap tentang materi seminarnya, silahkan beli aja bukunya ya… hehe. Tapi ada beberapa hal yang dijabarkan oleh Ippho Santosa yang belum tersampaikan di dalam buku yang makin melengkapi materi dari buku tersebut. Dan tentunya mendengar langsung Ippho Santosa berbicara di depan mata, efeknya lebih mengena dari pada hanya sekedar membaca bukunya.

Ada beberapa sesi dimana di beberapa sesi tersebut berhasil membuat hati ini bergetar.

Ada sesi dimana pada saat itu Ippho Santosa menyuruh peserta seminar untuk mencari partner di dekat peserta untuk saling mendoakan. Sambil berjabat kami mengikuti apa yang Ippho Santosa katakan, intinya kami mendoakan partner kami untuk bisa sukses luar biasa.

Anda bisa bayangkan di dalam sebuah ruangan yang besar, suara saling bersautan. Masing-masing dari kami saling mendoakan oleh orang yang tidak kenal sekali pun. Saya merasakan doa yang tulus dari partner saya itu. Dan saya pun mendoakan dengan tulus pula. Subhanallah…

Ada satu sesi lagi yang membuat hati saya bergetar lebih dasyat lagi. Yaitu pada sesi terakhir, sesi sedekah dengan membabi buta. Saat itu Ippho Santosa menginstruksikan untuk menyedekahkan apa yang kita bawa untuk kemudian hasilnya diberikan kepada beberapa guru yang ada di Pontianak.

Ketika maju kedepan untuk bersedekah secara brutal, saya melihat uang-uang bergelimpangan. Ada yang berwarna biru, merah, hijau. Ada yang berupa gulangan 1 lembar, beberapa lembar, bahkan ada segepok uang 100 ribu…. Merinding saya melihatnya.

Selain itu ada juga yang menyedekahkan HP-nya. Di antara tumpukan uang-uang itu, saya melihat sebuah Blackberry Torch, yang tentunya harganya jutaan rupiah… Makin merinding saya melihatnya.

Dan yang membuat suasana makin dramatis, peristiwa sedekah brutal di awal tahun 2012 itu diiringi lagu dari Opick yang bertema sedekah. Pada saat biasa saja saya mendengar lagunya Opick, kadang hati ini bergetar, apalagi dalam moment semerti itu. Makin merinding dan makin bergetar hati ini. Hampir saja saya meneteskan air mata.

Di akhir sesi mendekati penutupan, tidak lupa Ippho Santosa menyampaikan bagi peserta yang menyedekahkan HP-nya mohon untuk menyerahkan charger-nya kepada panitia… hehe.

Banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari seminar ini. Karena buku dan seminar 7 Keajaiban Rezeki ini, saya makin yakin dengan dasyatnya sedekah, makin tersadar untuk selalu mendekati diri kepada Allah, makin sayang terhadap sepasang bidadari, yaitu orang tua, terutama ibu dan istri.

Satu lagi yang perlu juga saya selipkan sedikit di dalam tulisan saya ini, bahwa setiap keajaiban yang terjadi, dimudahnya segala urusan, dimudahkannya rezeki, terhindarnya diri kita dari musibah bagi kawan-kawan yang telah membaca buku tersebut, sesungguhnya bukanlah karena buku 7 Keajaiban Rezeki, tapi memang karena kehendak Allah SWT. Buku 7 Keajaiban Rezeki hanyalah sebuah alat pengingat bagi kita yang sebenarnya apa yang telah dituangkan di dalam buku itu sudah ada di dalam Al-qur’an dan hadist yang sudah berhasil diterjemahkan oleh Ippho santosa dengan  cara-cara yang kreatif dan menurut saya tidak keluar dari kaedah-kaedah keislaman. Salut untuk Ippho Santosa.

Nah, itulah sedikit cerita pengalaman saya mengikuti seminar 7 Keajaiban Rezeki. Pengalaman yang menarik dan menghacurkan mental block yang selama ini menghalangi saya, bahkan mungkin menghalangi sebagian besar peserta seminar untuk segera action, tidak takut-takut dan berani melangkah dengan penuh keyakinan dan lebih percaya diri.

Salam Bahagia,
Octa Dwinanda

8 thoughts on “Seminar 7 Keajaiban Rezeki”

    1. amin….
      tapi bukan hanya tau, tapi juga mempraktekannya dan yakin bahwa Allah lah Sang Maha pemberi rezeki

Leave a Reply to Rima Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *