Rahasianya Ada Pada Kadar Gula darah

Beberapa tahun lalu, saya sangat menikmati sarapan dengan nasi uduk, nasi goreng, lontong sayur atau sarapan tinggi karbohidrat lainnya. Nasi uduk dekat rumah dengan tambahan   bakwan atau tahu goreng, jadi menu favorit hampir setiap pagi. Lontong sayur yang lewat pagi hari dengan sayur labu siam bersantan pekat dengan tambahan tahu dan telor, menjadi menu akhir minggu.

Menu warteg lengkap agak berminyak, lengkap dengan gorengan, jadi santapan ketika istirahat siang di hari saya bekerja. Nasi goreng atau kwetiau goreng lewat depan rumah, jadi sajian makan malam saya. Di jam-jam ngemil, dua sampai 3 gorengan atau snack manis dan gurih, menjadi kebiasaan saya yang sangat mengasyikan.

Wisata kuliner menjadi hiburan yang sangat menyenangkan bagi saya dan istri. Mie ayam, bakwan malang, bubur ayam, pempek palembang,… ayo coba sebutkan lagi, kemungkinan kami semua itu jadi menu incaran wisata kuliner kami.

Tapi tahukah kawan? Sebenarnya kebiasaan itu masih saya lakukan sampai sekarang. Saya tetap suka nasi uduk. Saya tetap makan mie ayam. Saya tetap ngudap gorengan. Saya tetap nyemil snack manis dan gurih. Bedanya, dulu makan nasi uduk hampir setiap hari, sekarang paling sebulan sekali. Dulu mie ayam, bakwan malang, jadi tujuan wisata kuliner kami di jam-jam ngemil, sekarang sekali-kali saja kami lakukan hanya untuk melepas kangeennnn :D. Dulu nyemil gorengan atau snack bisa sampai 2, bahkan 3 buah, sekarang hanya 1 atau tidak sama sekali, itupun dipilih yang rendah kalori.

Artinya, sebenarnya tidak banyak berubah kebiasan makan saya dulu dengan sekarang. Perbedaannya terletak pada jumlah kalori yang saya konsumsi. Sekarang saya tahu, seberapa banyak tubuh saya membakar kalori per harinya. Ketika merasa jumlah kalori yang masuk sudah terlalu banyak, yang saya lakukan adalah mengerjakan kegiatan yang membakar lebih banyak kalori lagi. Sehingga jumlah kalori yang masuk, tidak akan melebihi jumlah kalori yang keluar. Selain itu, saya tahu kapan waktu yang tepat memakan makanan yang tinggi kalori. Contoh, ketika saya ingin makan nasi uduk, saya jadikan nasi uduk sebagai makan siang saya. Saya akan memakan makanan yang tinggi kalori pada jam-jam sibuk, sehingga kalori yang masuk akan segera terbakar dengan aktifitas saat itu.

Kesimpulannya adalah, pola hidup sehat saya sekarang jauh lebih baik dari pada beberapa tahun lalu. Dan tahukah Anda apa rahasianya? Saya yang dulunya tidak bisa lepas dari makanan tinggi kalori dan karbohidrat, dan sangat doyan sekali ngemil sehingga berat badan saya tembus 86kg, menjadi saya yang lebih bisa mengontrol apa yang saya makan dan bisa turun 15 kg. Rahasianya adalah terletak pada stabilitas kadar gula dalam darah.

Bagaimana cara saya mengontrol kadar gula dalam darah? yaitu dengan sarapan tinggi nutrisi, rendah kalori dan karbohidrat. Sarapan saya dipagi hari hanya sekitar 170 kalori. 1 Gelas shake, 1 mug NRG tea, dan 1 loki herbal aloe menjadi santapan pagi saya yang membuat kadar gula darah saya tetap stabil. Penjelasan lebih lengkap dan ilmiah kenapa menjaga kadar gula darah itu penting dan berpengaruh terhadap kesehatan dan berat badan Anda, silahkan lihat di SarapanSehatHerbal.com.

Ingat! Ingin hidup lebih sehat dan badan ideal? Jaga kadar gula darah Anda.

Salam Bahagia,
Octa Dwinanda

Leave a Reply