Pantaskah Hari Raya Nanti Menjadi Hari Kemenangan Bagi Kita ?

Sudah hampir satu bulan penuh kita menjalankan ibadah puasa. Segala amal ibadah yang dilakukan sudah tercatat. Tinggal memaksimal beberapa hari yang tersisa.

Tergolong orang yang seperti apakah kita dihari kemenangan nanti. Termasuk orang-orang yang beruntung karena telah memaksimalkan ibadah, atau termasuk orang-orang yang merugi karena telah menyia-nyiakan waktu selama 1 bulan ini.

Tanyakan pada diri kita sendiri. Pantaskah hari raya nanti  menjadi hari kemenangan bagi kita ?

Satu bulan penuh berkah hampir saja kita lalui. Hanya tinggal menghitung hari saja. Mudah-mudahan dihari yang tersisa ini, kita semua bisa memaksimal ibadah dan tidak menyesalinya ketika bulan ini sudah berlalu.

Hari raya tinggal beberapa hari lagi. Bagi saya ini merupakan hari-hari persiapan untuk pulang kampung kota ke Jakarta. Hari-hari persiapan untuk berkumpul dengan keluarga tercinta. Berkumpul dengan orang tua, dengan istri dan anak, dan sanak saudara.

Memang sudah diatur setiap tahunnya untuk mengambil cuti panjang setiap lebaran.  Untuk itu dalam kesempatan ini saya ingin memberitahukan kepada pengunjung blog OctaDwinanda[dot]Com dan Online-Business-Story[dot]Com, dalam dua minggu kedepan aktifitas blogging saya hentikan untuk sementara.

Dalam kesempatan ini dan mungkin ini postingan terakhir saya di akhir bulan Ramadhan kali ini, saya ingin menyampaikan maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam pergaulan saya di dunia maya ini, termasuk dalam blogwalking,  ada khilaf dalam perkataan dan perbuatan, sekaligus juga ingin mengucapkan : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H

Salam Bahagia,
Octa Dwinanda

20 thoughts on “Pantaskah Hari Raya Nanti Menjadi Hari Kemenangan Bagi Kita ?”

    1. kalau hanya sekadar menggugurkan kewajiban, tanpa adanya pengaruhnya terhadap peningkatan iman dan taqwa, kira-kira masih pantas ga mas ???

      terima kasih sudah berkunjung mas Sandi

      1. Maksudnya gimana neh gugur kewajiban,,
        Lebaran idul Fitri itu merayakan kemenangan bagi yang berpuasa karena pada bulan romadhon sudah toaat dan hingga selesai,sedangkan org yang tidak puasa berleha leha seolah2 takmelakukan dosa,apakah pantas merayakan>>> Apakah disebutmuslim.. Pasti tahudong jawabannya…

    1. bukan hanya sekedar cuti mas, tapi ingin menghabiskan waktu bersama keluarga. maklum puasa kali ini saya jalani sendiri…. jadi harus saya memaksimalkan waktu dengan keluarga… 🙂

  1. Semoga kita termasuk orang-orang yang meraih kemenangan, “Ja’alanallahu minal-‘aidin wal-faizin”, amin!
    ===
    Saya juga mohon maaf atas segala salah dan dosa selama ini Mas!
    Selamat berbahagia dan sukses selalu 🙂

  2. Saya terhitung agak jarang berkunjung ke blog ini, mungkin malah baru pertama kali, tapi tetep aja kan bisa ada salah juga. Maafin salah saya ya Mas.

  3. hakikatnya memang pantas mas, idul fitri adalah hari kemanangan.
    hanya saja, sebagai manusia tentu kita tak luput dari noda salah. penyesalan dan harat untuk pembenahan, sebaiknya selalu ada dalam setiap kesempatan..

    minal aidin walfaidin, mohon maaf lahir batin mas 🙂

    1. idul fitri memang hari kemenangan, tapi tentunya bagi orang yang terlahir kembali seperti bayi yang baru lahir….

Leave a Reply