Berbisnis Dengan Modal Kejujuran

Beberapa waktu yang lalu, pertengan bulan Juli 2010, sepulang dari kantor, saya sempatkan untuk mampir ke kedai teman saya. Ya, salah satu teman satu komunitas yang sudah action memulai usaha mungkin sejak 3 atau 4 bulan yang lalu.

Kebetulan kedainya itu sejalan dengan arah pulang. Niatnya sih hanya mampir sebentar. Sekedar ingin bertanya-tanya seputar bisnis dan perkembangan usahanya.

Sedikit cerita tentang kedai punya teman saya ini. Di awal usahanya, belumlah berbentuk sebuah kedai, hanya sebuah boots frenchise teh. Ya, hanya sebuah boots berwarna paduan kuning dan hijau yang hanya diletakkan didepan sebuah kios parfume. Continue reading Berbisnis Dengan Modal Kejujuran

Nanti Bagaimana ? Bagaimana Nanti !

Saya dan sebagian dari Anda mungkin pernah atau sering merasa tidak yakin untuk melangkah karena dihantui oleh ketakutan-ketakutan yang diciptakan sendiri.

“Nanti kalau hujan dijalan bagaimana ya ?” “Nanti kalau saya tidak mampu melakukannya bagaimana ya ?” Nanti kalau bisnisnya gagal bagaimana ya ?” “Nanti kalau gugup bagaimana ya ?” Dan kalau mau diteruskan, masih banyak nanti-nanti yang lain. Kata-kata inilah yang membuat orang berhenti untuk melangkah dan akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.

“Nanti bagaimana ya ?” Kalau pertanyaan ini ditanyakan kepada mbah Purdi, pasti akan dijawab “Ya, bagaimana nanti !”. Artinya, dijalani saja dulu. Kan belum tentu juga apa yang dikhawatirkan itu akan terjadi. Continue reading Nanti Bagaimana ? Bagaimana Nanti !

Mengingatkan Untuk Diingatkan

Menulis artikel yang tujuannya untuk saling mengingatkan memang agak riskan. Awalnya saya sempat ragu untuk  mem-branding blog pribadi ini dengan tagline “Mencari Kebahagian Dunia Akhirat Melalui Aktifitas Blogging”. Terlalu berat, atau mungkin takut ada yang mencibir sok suci.

Sempat terpikir juga, apakah saya, manusia yang penuh dosa, layak untuk  menopang tagline seberat itu. Tapi, karena teringat salah satu hadist Rasulullah SAW yang cukup populer, yaitu “Sampaikanlah walau hanya satu ayat“, saya memberanikan diri untuk terus maju pantang mundur. Tidak perdulilah apa kata orang nanti.

Saya yakin, komunitas blogger yang selama ini terbentuk selama hampir satu tahun ini saya nge-blog, pastilah blogger-blogger yang berpikiran positif. Jadi, walaupun taglinenya terlalu berat, pe-de aja lah. InsyaAllah banyak yang mendukung. Betul tidak ? Continue reading Mengingatkan Untuk Diingatkan

Selamat Ulang Tahun IwanKus[dot]Com

Baru kali ini nih, bisa secara leluasa untuk mengucapkan selamat ulang tahun untuk blog kawan dalam sebuah artikel. Dulu, waktu di OBS, kurang sreeeg rasanya kalau harus mengucapkan selamat ulang tahun di blog tentang bisnis online tersebut dalam bentuk satu artikel (Ah.. alasan saja nih mas Octa, hehe).

Sekarang tidak ada alasan lagi untuk tidak mengucapkan selamat kepada blog kawan yang sedang merayakan ulang tahunnya.

Kesempatan ini tidak saya sia-siakan untuk segera ikut merasakan kebahagian mas Iwan sebagai pemilik dari IwanKus[dot]Com.  Ya, ikut bergembira bersama mas Iwan dan blogger lainnya dengan membuat satu artikel khusus ucapan selamat kepada blog IwanKus[dot]Com yang genap berusia 1 tahun. Continue reading Selamat Ulang Tahun IwanKus[dot]Com

Iman Saja Tidak Cukup

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

Banyak orang percaya bahwa Tuhan itu ada. Banyak orang percaya bahwa tiada Tuhan selain Allah. Banyak orang percaya bahwa Muhammad itu utusan Allah. Banyak juga orang percaya akan adanya hari akhir.

Di Indonesia, yang merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, pastilah banyak yang meyakini hal diatas. Dan sebagai muslim, tentunya tahu apa saja yang termasuk ke dalam rukun iman.

Tentunya Anda sebagai seorang blogger muslim tahu apa saja rukun iman itu, bukan ? Kalau belum tahu, ayo sama-sama kita ingat kembali. Continue reading Iman Saja Tidak Cukup

Kecerian Piala Dunia 2010 Berakhir

Hari minggu kemarin, sekitar jam 5 sore, saya mendapat sms dari teman. Isinya ajakan untuk bermain futsal jam 9 malam. Sebenarnya ini diluar kebiasaan. Biasanya kami bermain setiap sabtu jam 9 pagi. Tapi karena ada kegiatan beberapa teman yang tidak bisa ditinggalkan, akhirnya futsal ceria setiap sabtu pagi ditiadakan.

Ketika tahu bahwa futsal sabtu ceria untuk sementara ditiadakan, hati ini sedikit kecewa.  Merasa ada sesuatu yang hilang dan kurang afdol rasanya satu minggu dilalui tanpa bersenang-senang di tengah lapangan karpet. Makanya ketika saya membaca sms dari teman saya itu, rasanya seperti ditampar bolak balik, kiri kanan, depan belakang. Akhirnya minggu itu, dilewati dengan tetap bisa bersenang-senang 🙂

Nah, begitulah saya memposisikan futsal dalam kehidupan saya. Dan seperti itulah harapan saya terhadap blogging.  Kebayang kan, harapan seperti apa  ? Continue reading Kecerian Piala Dunia 2010 Berakhir