1 Goal yang Menentukan

Pertandingan persahabatan yang ketiga kalinya dengan kantor kejaksaan, akhirnya kemenangan masih berada di tim futsal kami dengan skor 9 – 8. Wualah…. tipis sekali ya.

Secara kasat mata, saya sebagai pemain mencoba melihat permainan kedua tim. Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, bahwa tim dari kejaksaan unggul dalam skill individu dan kerja sama tim. Tapi kali ini, saya menilainya agak beda. Saya lihat dari pinggir lapangan setelah beberapa menit saya bermain yang akhirnya digantikan oleh teman karena sudah kelelahan, permainan kedua tim menurut saya cukup menarik.

Malah, dipertandingan sebelumnya tim kami yang terlihat agak kurang kompak dalam kerja sama tim, tapi kali ini saya rasa lebih  kompak, lebih terorganisir. Continue reading 1 Goal yang Menentukan

Pertandingan Persahabatan Futsal

Hari sabtu kemarin, sebelum puasa, merupakan hari pertama saya kembali bermain futsal, sejak sebelumnya selama dua kali sabtu absen karena ada urusan kantor di Bogor.

Pertama kali main dan langsung tanding dengan pegawai kejaksaan. Ini merupakan pertandingan persahabatan kedua, setelah sebelumnya tim fultsal kami menang tipis dengan skor 8 – 7.  Mereka mungkin penasaran kali ya, sehingga mereka menantang kami kembali.

Tapi memang sudah nasib baik, untuk pertemuan kedua itu, kami menang lagi dengan skor yang cukup telak 10 – 6.  Makin penasaran aja deh tim lawan. Continue reading Pertandingan Persahabatan Futsal

Hari Pertama Puasa

Pagi ini jalan di pontianak terlihat sepi, tidak seperi hari-hari biasa. Mungkin karena pagi ini anak sekolah pada libur awal puasa ya.  Dan cuaca pun terlihat sangat cerah. Indah rasanya mengawali puasa hari pertama ini dengan suasana yang teduh dan nyaman di hati.

Sebenarnya suasana tenang, sudah saya rasakan sejak tarawih semalam. Walaupun ada sedikit kesedihan karena puasa tahun ini tidak bisa bareng dengan istri dan anak. Sejak kelahiran anak kedua, mereka belum bisa saya bawa ke Pontianak. Bukannya tidak mau, tapi karena anak kedua saya masih terlalu kecil, belum mampu untuk menahan tekanan udara di dalam pesawat. Tapi, mau bagaimana lagi, ikhlaskan saja.  Mudah-mudahan ada hikmah dibalik ini. Continue reading Hari Pertama Puasa

Bergembira Menyambut Bulan Ramadhan Tahun 2010

Bulan puasa tinggal beberapa hari lagi, kawan.  Apa yang ada dipikiran Anda ketika saat-saat makin mendekati bulan penuh berkah itu ? Apakah Anda menyambut dengan biasa-biasa saja, atau ada perasaan senang ?

Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang bergembira ketika mendapat kabar bahwa bulan suci Ramadhan telah datang. Ataukah Anda termasuk yang bersedih ?

Apa saja yang sudah dipersiapkan untuk menyambut bulan Ramadhan kali ini kawan ? Apa saja yang sudah Anda lakukan untuk memperkuat modal dalam menjalankan segala aktifitas Ramadhan ? Sudahkah Anda berlatih untuk mulai melakukan puasa Senin-Kamis, atau memang puasa sunnah sudah menjadi bagian dari kehidupan Anda selama ini ? Apakah Anda sudah berlatih bersabar dalam menghadapi segala problema hidup, ataukah bersabar sudah menjadi “keahlian” Anda sejauh ini ? Continue reading Bergembira Menyambut Bulan Ramadhan Tahun 2010

Berbisnis Dengan Modal Kejujuran

Beberapa waktu yang lalu, pertengan bulan Juli 2010, sepulang dari kantor, saya sempatkan untuk mampir ke kedai teman saya. Ya, salah satu teman satu komunitas yang sudah action memulai usaha mungkin sejak 3 atau 4 bulan yang lalu.

Kebetulan kedainya itu sejalan dengan arah pulang. Niatnya sih hanya mampir sebentar. Sekedar ingin bertanya-tanya seputar bisnis dan perkembangan usahanya.

Sedikit cerita tentang kedai punya teman saya ini. Di awal usahanya, belumlah berbentuk sebuah kedai, hanya sebuah boots frenchise teh. Ya, hanya sebuah boots berwarna paduan kuning dan hijau yang hanya diletakkan didepan sebuah kios parfume. Continue reading Berbisnis Dengan Modal Kejujuran

Nanti Bagaimana ? Bagaimana Nanti !

Saya dan sebagian dari Anda mungkin pernah atau sering merasa tidak yakin untuk melangkah karena dihantui oleh ketakutan-ketakutan yang diciptakan sendiri.

“Nanti kalau hujan dijalan bagaimana ya ?” “Nanti kalau saya tidak mampu melakukannya bagaimana ya ?” Nanti kalau bisnisnya gagal bagaimana ya ?” “Nanti kalau gugup bagaimana ya ?” Dan kalau mau diteruskan, masih banyak nanti-nanti yang lain. Kata-kata inilah yang membuat orang berhenti untuk melangkah dan akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.

“Nanti bagaimana ya ?” Kalau pertanyaan ini ditanyakan kepada mbah Purdi, pasti akan dijawab “Ya, bagaimana nanti !”. Artinya, dijalani saja dulu. Kan belum tentu juga apa yang dikhawatirkan itu akan terjadi. Continue reading Nanti Bagaimana ? Bagaimana Nanti !