Memungut Kembali Hikmah Puasa dan Hari Raya yang Tercecer

Hari Raya Idul Fitri 1434 H sudah jauh meninggalkan kita. Apa yang masih berbekas setelah beberapa waktu lalu kita ditempa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan? Masih adakah hikmah berpuasa terbawa sampai hari ini? Masih adakah hikmah menahan lapar dan haus terbawa sampai hari ini? Masih adakah hikmah sholat tarawih terbawa sampai hari ini? Masih samakah kita seperti pribadi setahun yang lalu? Mari kita bertanya kepada diri kita masing-masing.

Berikut ini saya tampilkan link artikel-artikel saya terdahulu yang insya Allah dapat diambil manfaatnya terkait dengan hari raya:

1. Pantaskah Hari Raya Nanti Menjadi Hari Kemenangan Bagi Kita ?
2. Seberapa Besar Pengorbananmu
3. Halal bi Halal Sarana Untuk Saling Bersilaturrahim dan Bermaaf-maafan

Mudah-mudahan artikel diatas dapat mengingatkan dan dapat memungut kembali hikmah puasa dan hari raya yang mungkin sempat tercecer satu demi satu sehingga kita dapat menjalankan sisa hidup ini dengan lebih baik dan manfaat.. Insya Allah.

Salam Bahagia,
Octa Dwinanda

2 thoughts on “Memungut Kembali Hikmah Puasa dan Hari Raya yang Tercecer”

  1. Seringkali apa yang kita tekadkan di bulan Ramadhan, menjadi melemah ketika masuk di bulan syawal. Sungguh ini memang tantangan berat untuk tetap beristiqomah dengan apa yang sudah kita lakukan di bulan romadhon.

    Menjaga semangan bulan romadhon ternyata menjadi kunci untuk tetap istiqomah. Semua anggota keluarga harus sama-sama memiliki semangat yang sama.

    Akhirnya, hanya kepada Alloh SWT kita berdo’a semoga tetap bisa istiqomah menjaga kebaikan bulan romadhon di 11 bulan berikutnya. Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *