Memilih Untuk Menjadi Luar Biasa, Bertindaklah di Luar Kebiasaan

guitar_catTerhentak, seperti tersambar petir ketika membaca salah satu tulisan teman saya Ardhi di blog pribadinya. Apa yang dia tuliskan membuat saya mengawang-ngawang ke beberapa tahun ke depan, akan seperti apa saya? Akan menjadi apa saya? Menjadi pegawai yang biasa- biasa saja, menjadi pegawai yang luar biasa atau menjadi pengusaha yang luar biasa?

Menjadi “Biasa Saja” menjadi kalimat yang dipilih Ardhi untuk ¬†menjadi tajuk artikelnya. Judulnya singkat, tapi cukup membuat galau. Betapa tidak, sampai saat ini, saya belum dapat memberikan sesuatu yang sangat “bernilai” bagi orang-orang terdekat dan orang-orang disekelilingku. Masih dikenal sebagai pekerja kantoran yang biasa-biasa saja yang mencoba mencari peruntungannya di bisnis kesehatan sebagai kerjaan sampingannya. Masih belum dapat memberikan yang terbaik. Hanya sekedar berusaha untuk menjadi anak yang baik bagi orang tua. Hanya sekedar berusaha untuk menjadi suami yang baik bagi istri dan ayah yang baik untuk anak-anaknya.

Bagi sebagian orang itu cukup. Bagi saya itu biasa saja. Menjadi anak sholeh itu biasa, tapi menjadi sholeh dan bisa menghajikan orang tua, itu baru luar biasa. Menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab itu biasa, tapi bertanggung jawab sekaligus bisa mengajak istri dan anak-anak berlibur ke luar negeri, itu baru luar biasa. Menjadi pribadi yang dermawan bagi orang-orang disekitarnya itu biasa, tapi menjadi dermawan dan bisa mengajak banyak orang untuk lebih makmur dan dermawan, itu baru luaaaaarrrrrrrr biasa.

Sekali lagi saya diingatkan oleh kata-kata Buya Hamka yang dituliskan teman saya dalam tulisannya yang sebelumnya sempat saya tuliskan juga di artikel beberapa waktu lalu, “Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau kerja sekedar kerja, kera juga bekerja.”

buya hamka

Hidup itu pilihan. Mana yang Anda pilih? Menjadi manusia yang biasa-biasa saja atau menjadi manusia yang luar biasa? It’s up to you. ¬†Jika pilihan Anda menjadi luar biasa, Anda harus bertindak diluar kebiasaan. Are you ready for that? Are you ready to change?

Salam Bahagia,
Octa Dwinanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *