Maafkan Aku, Waktu

Ada seorang pria dewasa pengangguran, yang kegiatan sehari-harinya hanyalah nongkrong di warung dekat rumahnya. Kerjaannya hanya bersenda gurau, bercanda, tertawa dengan kawan-kawan “seperkopiannya” (bahasa apa pula ini 😀 ). Setiap harinya selalu begitu. Pagi, siang, malam, hanya itu yang dikerjakannya.

Padahal, bisa saja hari-harinya itu diisi dengan membaca buku, membersihkan rumah, blogging, atau menggunakan waktu yang ada untuk mencari lowongan pekerjaan. Tapi itu tidak dilakukannya, sambil tetap berharap suatu saat hidupnya akan berubah.

Bisa dibayangkan berapa waktu yang terbuang percuma. Berapa kesempatan yang hilang. Berapa kebaikan yang mungkin bisa diraih seandainya kegiatan pemuda itu tidaklah hanya duduk-duduk di warung.

Cerita diatas saya gambarkan secara ekstrem dan sudah jelas-jelas menggambarkan bahwa pemuda itu tidak bisa menfaatkan waktu atau telah menyia-nyiakan waktu yang telah di anugerahkan kepadanya.

Sekarang, coba kita lihat diri kita. Apakah kita termasuk orang-orang yang menyia-nyiakan waktu ? Secara jujur saya katakan, saya termasuk orang yang tidak pandai memanfaatkan waktu. Malah cenderung menyia-nyiakannya. Astaghfirullah….

Saya ambil contoh,
Ketika hari libur, beberapa kali saya mengisi hari hanya dengan bermain game atau menonton televisi seharian. Padahal bisa saja saya melakukan hal yang lebih bermanfaat dari itu. Optimasi blog misalnya. Atau bisa saja diisi dengan membaca buku, mengaji, beres-beres rumah, blogging atau yang lainnya yang lebih bermanfaat. Maafkan aku, Waktu….

Sungguhlah benar apa yang telah Allah gambarkan di dalam Al-qur’an, “Demi Waktu, sesungguhnya manusia itu dalam keadaan merugi…” . Ya, manusia akan terus dalam keadaan merugi, seandainya waktu yang telah Allah berikan tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya. Tidak mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat.

Tidak usah berpikir terlalu jauh untuk bisa memberikan manfaat untuk sekitarnya, tapi paling tidak apapun kegiatan yang kita lakukan, bisa bermanfaat bagi diri kita sendiri.

Ingat kawan ! Waktu adalah anugrah terindah yang Allah berikan untuk kita. Manfaatkan sebaik-baiknya. Jangan kau menyesal kemudian, karena waktu tidak bisa diputar balik.

Ya, Allah jagalah kami. Jangan biarkan kami masuk dalam golongan orang-orang yang menyia-nyiakan waktu, orang-orang yang tidak mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat. Jangan biarkan kami termasuk kedalam orang-orang yang merugi….. Amin

Adakah waktu yang Anda sia-siakan, kawan ? Sudahkah Anda mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat ?

Salam Bahagia,
Blogger Bahagia

7 thoughts on “Maafkan Aku, Waktu”

  1. Waktu memang merupakan aset penting (kita sadari itu), namun seiring dengan kesadaran itu, sering pula kita mengabaikannya.

    Semoga kita tidak termasuk orang merugi karena mengabaikan waktu seperti diisyaratkan oleh Allah dalam surat Al ‘Asr. Amin!

  2. miris banget memang ketika melihat fenomena anak muda yang terbiasa santai di warung2 saat hari produktif. Di daerah saya, fenomena ini sangat menjamur mas, sedih sekali melihatnya, terlebih mereka kebanyakan adalah teman sepermainan saya diwaktu kecil. Semoga ini bisa menjadi evaluasi diri kita untuk lebih baik… Amien…

Leave a Reply to Octa Dwinanda Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *