Lone Ranger Pun Butuh Teman

Andrew Carnagie seorang pengusaha Skotlandia pernah mengutarakan, “Anda mendapatkan langkah besar dalam perkembangan diri Anda, jika Anda menyadari bahwa orang lain dapat membantu Anda melakukan pekerjaan dengan lebih baik ketimbang Anda bekerja sendiri.” Saya setuju dengannya. Tak ada yang namanya pria super atau wanita super. Bahkan Superman pun membutuhkan ibu angkatnya untuk menjahitkan baju supernya.

Selain kenaifan, ego juga berperan kenapa ada orang yang memilih untuk bekerja sendiri. Mereka merasa bahwa pekerjaan akan lebih baik jika diselesaikan sendiri. Seakan-akan mengisyarakatkan bahkan mungkin menyakini bahwa orang lain malah akan menggangu langkahnya dalam mencapai tujuan pekerjaannya.

Lebih jelas, kita bisa melihat permainan sepak bola. Sebuah goal tercipta karena ada penjaga gawang yang pandai melihat situasi, ada gelandang tengah yang jeli memberi umpan, ada pemain belakang yang cakap membantu lini tengah, dan ada ratusan supporter  yang berteriak-teriak di pinggir lapangan yang membuat para pemain makin bersemangat dan ingin menunjukkan permainan terbaiknya.

Biar lebih fair, saya gambarkan juga pekerjaan yang nampaknya merupakan pekerjaan individual sekalipun, seperti petugas perpustakaan misalnya. Seorang pustakawan tetap harus berinteraksi dengan para pemustaka (pengunjung) untuk mendapatkan feedback terhadap koleksi perpustakaan. Ia juga harus meluangkan waktunya bergaul dengan orang-orang marketing untuk mendapatkan masukan dalam melakukan promosi perpustakaan agar banyak pengunjungnya.

Begitu juga dengan kehidupan. Siapa pun dia, apapun pekerjaannya, dimanapun berada, tidak akan bisa sukses sendiri. Mereka butuh orang-orang disekitarnya untuk menyelesaikan pekerjaannya, dan bahkan untuk meraih impian pribadinya. Ingat,  Lone Ranger pun masih butuh kuda dan teman Indiannya untuk beraksi.

the-lone-ranger

Hargailah orang lain, karena pasti ada peran mereka sedikit atau banyak, langsung maupun tidak, yang memudahkan langkah Anda menggapai tujuan hidup Anda. Itu Pasti!

Salam Bahagia,
Octa Dwinanda

Leave a Reply