Kunci Jodoh – Yakini, Insya Allah Jodoh yang Terbaik Untukmu Akan Datang (Revisi I)

Banyak orang yang berharap untuk segera dipertemukan dengan jodohnya. Tapi banyak juga yang sampai sekarang, sampai sudah berumur, tidak juga dipertemukan dengan jodohnya. Padahal, sesuai dengan yang telah di janjikan oleh Allah bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan, artinya Allah memang telah mempersiapkan seseorang untuk dijodohkan dengan kita.

Ada apa ini ? Dimana pasangan yang telah Allah janjikan ? Apakah Allah telah ingkar dengan janjinya ?

Hus.. Allah itu maha menepati janji, tidak mungkin Allah ingkar. Jadi, seandainya jodoh itu tak kunjung datang juga, mungkin saja ada yang salah dengan diri kita (paling tidak ini yang saya pikirkan ketika tidak juga dipertemukan dengan jodoh saya beberapa tahun lalu). Segera instrospeksi diri. Cari penyebab kenapa Allah tidak juga mempertemukan kita dengan Jodoh kita. Jangan-jangan tanpa disadari kita sendiri yang sebenarnya mempersulit diri dalam  menerima jodoh kita.

Setelah meneliti dan menganalisa (hehe… kesannya seperti pakar jodoh aja nih) ada 2 hal yang seharusnya menjadi pegangan ketika ingin dipertemukan dengan jodoh kita. Dan ini sebenarnya sudah sangat jelas tertulis di dalam Al-qur’an dam hadist.

2 hal tersebut saya menyebutnya sebagai KUNCI JODOH. Kunci inilah yang seharusnya kita pegang erat-erat dan kita yakini tanpa adanya penyanggahan sedikit pun, sekecil apapun.

Kunci Jodoh itu adalah :

  1. Jodoh di Tangan Allah
  2. Orang Baik Akan Mendapatkan Pasangan yang Baik Pula

Yuk, kita bahas satu persatu.

Jodoh di Tangan Allah

Ya, jodoh itu memang benar-benar ditangan Allah. Artinya kita tidak pernah tau kapan, dimana, bagaimana dan dengan siapa kita akan berjodoh. Kalimat ini juga mempunyai makna bahwa hak Allah sepenuhnya menentukan siapa yang akan dijodohkan dengan kita.

Jodoh itu Allah yang memberi. Tugas kita bukan untuk mencarinya, tapi mempersiapkan diri untuk menerimanya. Ketika sudah siap menurut Allah, pastilah jodoh itu akan datang, dari jalan yang tidak terpikirkan oleh kita. Jadi, tidak perlu tuh pake pacaran segala dengan alasan untuk mencari kecocokan. Kan sudah sama-sama tahu bahwa jodoh itu ditangan Allah, bukannya di tangan kita. Emang kalau pacaran bisa tahu yang bener-bener cocok buat kita ? Yang tahu siapa yang benar-benar cocok dengan kita tuh cuma Allah. Jadi terima saja deh.

Jodoh itu Allah yang memberi. Kalau Allah yang memberi, ya terima saja. Yakin deh pasti itu yang terbaik buat kita.

Yang perlu di garis bawahi juga, jodoh itu di tangan Allah. Jadi, ikuti saja aturan mainnya. Jemput  jodohmu dengan cara-cara yang syar’i. Dan jangan lupa, memintalah, agar Allah memberikan jodoh kepadamu.

Ok, setuju ya bahwa jodoh itu di tangan Allah. Ok, BUNGKUS !!! 🙂

Orang Baik Akan Mendapatkan Pasangan yang Baik Pula

Satu lagi yang juga harus kita yakini secara penuh, tanpa ada penyanggahan sedikit pun yaitu sesuai dengan apa yang telah Allah katakan dalam firmannya bahwa pria baik-baik adalah untuk wanita baik-baik, begitu juga wanita baik-baik adalah untuk pria baik-baik.

Ini menurut saya sudah harga mati. Jadi jangan takut  tidak bisa mendapatkan pasangan yang baik. Yang seharusnya menjadi perhatian adalah bukan pada calon pasangan, tapi perhatikan saja diri kita. Kalau mau mendapatkan pasangan yang soleh/solehah, ya soleh/solehah-kan saja dulu diri kita sendiri. Kalau mau mendapatkan pasangan yang baik, ya perbaiki dulu diri kita sendiri.

Allah pasti memberikan pasangan yang terbaik untuk kita sesuai dengan kapasitas kita masing-masing. Tugas kita hanya memantaskan diri untuk layak menerimanya. Bukannya sibuk mencari pasangan yang terbaik, dengan mencari yang perhatian, penyayang, sederhana dan kriteria-kriteria lainnya, tapi sibukkan saja diri kita dengan jalan memantaskan diri dengan menjadi orang yang perhatian, penyayang, dll.

Jadi, bukannya sibuk cari pacar sana sini. Dipacari, lalu kalau tidak cocok diputuskan, lalu cari yang lain, dipacari, diputuskan, dan begitu seterusnya. Tidak usah “repot-repot” gan. Biarlah Allah yang menyeleksi buat kita. Seperti yang sudah saya tuliskan diatas, tugas kita hanya memantaskan diri, TITIK !

Pegang KUNCI JODOH diatas erat-erat. Insya Allah jodoh itu akan dikirim oleh Allah melalui jalan atau cara  yang mungkin tidak kita perkirakan sebelumnya.

Ada beberapa pembahasan lagi akan melengkapi artikel ini, yaitu tentang Pemantasan Diri dan Promosi Diri. Insya Allah kalau sempat saya akan share disini 🙂

Keep Healthy and Happy 🙂

Salam Bahagia,
Octa Dwinanda 

NB :
1. Tulisan diatas adalah bentuk lain dari sharing saya tentang jodoh di twitter dengan hastag #JodohMu
2. Tulisan diatas adalah kesimpulan saya dalam memahani Al-qur’an dan Hadist yang terkait dengan jodoh. Apabila ada salah itu datangnnya dari saya. Apabila ada benar, itu semata-mata datang dari Allah SWT

110 thoughts on “Kunci Jodoh – Yakini, Insya Allah Jodoh yang Terbaik Untukmu Akan Datang (Revisi I)”

  1. Bagaimana dengan orang tua mas dan mba sekalian ,,,, yg terus desak anak supaya nikah … padahal belum ada jodoh … gak mungkin jg hanya utk cari status kita nerima orang yg datang tapi hati sama sekali gak ada rasa atau keyakinan apapun ,, untuk menjalin rumah tangga .. mhon masukannya 🙂

    1. menurut saya…. pertimbangan untuk menerima pinangan seseorang laki-laki itu, bukan berdasarkan rasa atau keyakinan tanpa dasar, tapi cukup melihat kriteria syariah, yaitu yang utama adalah agamanya. Seandainya agamanya baik, diketahui melalui proses ta’aruf yang benar dan telah melakukan sholat istiqorah, itulah yang menjadi dasar mba nova menolak atau menerimanya.

      Yang lain ada tanggapan?

      1. Kata kata di atas, semua manusia ada pasangannya,
        Tapi saudara saya sudah berumur 60th sampai sekarang msh blm nikah,
        Jika sampai meninggal saudara saya tidak menikah juga,
        Dimana janji allah
        Allah berjanji akan mendatangkan jodohnya,
        Sedangkan kita tiadak pantas menganggap allah ingkar janji

        1. bismillah… semoga penjelasan saya ini benar.

          jika jodoh/pasangan hidup di dunia tak kunjung datang, bisa jadi karena kita sendiri yang mempersulit untuk dapat menerima jodoh yang Allah kirimkan. Misal, mencari pasangan hidup yang kriterianya terlalu tinggi, harus sekolah tinggi, harus kaya, dan harus harus lainnya. Padahal sudah beberapa kali dikenalkan teman dengan seseorang, tapi karena kriterianya gak pas, malah ditolak. Atau sibuk karena mengejar karir, akhirnya kita lupa bagaimana menjadi suami dan ayah yang soleh, atau menjadi istri dan ibu yang solehah.

          Kesimpulannya, bukan Allah tidak menurunkan pasangan hidupnya, tapi kita yang menolaknya secara sadar maupun tidak sadar.. Wallahu alam…

  2. mba saya mau nanya saya udah pacaran hampir 2 tahun . pacar saya dan keluarga nya pun sudah memutuskan untuk menikah bulan agustus tahun depan . tapi saya sedikit ragu takut kalo nggak jadi dengan banyak kemungkinan yg ada . bagaimana ya mba biar hati ini yakin dan percaya kalo semua bakal lancar sampai hari H. terima kasih

    1. Menurut saya begini mba. Mudah-mudahan bisa diterima ya…
      Pernikahan itu kan sesuatu yang baik. Dan yang baik itu harus disegerakan. Jadi kalau ada hal dengan alasan apapun membuat pernikahan diulur-ulur, saya meyakini sepertinya kurang berkah jadinya. Itulah mungkin yang menimbulkan rasa ragu.

      Jadi saran saya, ga perlu takut kalau ga jadi dengannya. Saya yakin pasti digantikan dengan yang lebih baik, asal kita memantaskan diri untuk mendapatkan yang terbaik. Maaf jika tidak berkenan 🙂

  3. Mbak mau tanya trus klau untuk pasangan yg sudah menikah kemudian cerai apakah itu dikatakan belum jodoh ???

  4. assalamualaikum , mbk saya mau nanya .? menurut mbk , sejauh apapun kalo jodoh itu dipertemukan ? trimaksih mbk 🙂

    1. wa’alaikums salam…. maaf mba, saya ga ngerti pertanyaannya 🙂
      selanjutnya panggil saja saya mas Octa, mba 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *