Halal bi Halal dan Reuni Angkatan 91 SD Muhammadiyah 24 Jakarta 2013

Pertemuan adalah hal yang menyenangkan. Apalagi dengan teman yang sudah lama tak bersua. Hari minggu, 25 Agustus 2013 lalu, saya bertemu dengan teman-teman lama yang sengaja dikumpulkan dalam perhelatan akbar Halal bi More »

Diet Sehat Untuk Menurunkan Berat Badan

Ditengah-tengah masyarakat, banyak anggapan bahwa untuk menurunkan berat badan caranya adalah dengan mengurangi makan. Bahkan demi hasil yang lebih maksimal, banyak dari pelaku diet tidak sarapan dan atau tidak makan malam sama More »

Turun 5 kg Dalam Waktu Kurang Dari 15 Hari

Dari dulu saya punya masalah dalam mengatur pola makan. Saya itu orang yang tidak bisa menahan makan. Suka sekali ngemil. Karena kebiasan buruk saya inilah, berat badan saya melebihi berat badan yang More »

 

Kunci Jodoh – Yakini, Insya Allah Jodoh yang Terbaik Untukmu Akan Datang (Revisi I)

Banyak orang yang berharap untuk segera dipertemukan dengan jodohnya. Tapi banyak juga yang sampai sekarang, sampai sudah berumur, tidak juga dipertemukan dengan jodohnya. Padahal, sesuai dengan yang telah di janjikan oleh Allah bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan, artinya Allah memang telah mempersiapkan seseorang untuk dijodohkan dengan kita.

Ada apa ini ? Dimana pasangan yang telah Allah janjikan ? Apakah Allah telah ingkar dengan janjinya ?

Hus.. Allah itu maha menepati janji, tidak mungkin Allah ingkar. Jadi, seandainya jodoh itu tak kunjung datang juga, mungkin saja ada yang salah dengan diri kita (paling tidak ini yang saya pikirkan ketika tidak juga dipertemukan dengan jodoh saya beberapa tahun lalu). Segera instrospeksi diri. Cari penyebab kenapa Allah tidak juga mempertemukan kita dengan Jodoh kita. Jangan-jangan tanpa disadari kita sendiri yang sebenarnya mempersulit diri dalam  menerima jodoh kita.

Setelah meneliti dan menganalisa (hehe… kesannya seperti pakar jodoh aja nih) ada 2 hal yang seharusnya menjadi pegangan ketika ingin dipertemukan dengan jodoh kita. Dan ini sebenarnya sudah sangat jelas tertulis di dalam Al-qur’an dam hadist.

2 hal tersebut saya menyebutnya sebagai KUNCI JODOH. Kunci inilah yang seharusnya kita pegang erat-erat dan kita yakini tanpa adanya penyanggahan sedikit pun, sekecil apapun.

Kunci Jodoh itu adalah :

  1. Jodoh di Tangan Allah
  2. Orang Baik Akan Mendapatkan Pasangan yang Baik Pula

Yuk, kita bahas satu persatu.

Jodoh di Tangan Allah

Ya, jodoh itu memang benar-benar ditangan Allah. Artinya kita tidak pernah tau kapan, dimana, bagaimana dan dengan siapa kita akan berjodoh. Kalimat ini juga mempunyai makna bahwa hak Allah sepenuhnya menentukan siapa yang akan dijodohkan dengan kita.

Jodoh itu Allah yang memberi. Tugas kita bukan untuk mencarinya, tapi mempersiapkan diri untuk menerimanya. Ketika sudah siap menurut Allah, pastilah jodoh itu akan datang, dari jalan yang tidak terpikirkan oleh kita. Jadi, tidak perlu tuh pake pacaran segala dengan alasan untuk mencari kecocokan. Kan sudah sama-sama tahu bahwa jodoh itu ditangan Allah, bukannya di tangan kita. Emang kalau pacaran bisa tahu yang bener-bener cocok buat kita ? Yang tahu siapa yang benar-benar cocok dengan kita tuh cuma Allah. Jadi terima saja deh.

Jodoh itu Allah yang memberi. Kalau Allah yang memberi, ya terima saja. Yakin deh pasti itu yang terbaik buat kita.

Yang perlu di garis bawahi juga, jodoh itu di tangan Allah. Jadi, ikuti saja aturan mainnya. Jemput  jodohmu dengan cara-cara yang syar’i. Dan jangan lupa, memintalah, agar Allah memberikan jodoh kepadamu.

Ok, setuju ya bahwa jodoh itu di tangan Allah. Ok, BUNGKUS !!! :)

Orang Baik Akan Mendapatkan Pasangan yang Baik Pula

Satu lagi yang juga harus kita yakini secara penuh, tanpa ada penyanggahan sedikit pun yaitu sesuai dengan apa yang telah Allah katakan dalam firmannya bahwa pria baik-baik adalah untuk wanita baik-baik, begitu juga wanita baik-baik adalah untuk pria baik-baik.

Ini menurut saya sudah harga mati. Jadi jangan takut  tidak bisa mendapatkan pasangan yang baik. Yang seharusnya menjadi perhatian adalah bukan pada calon pasangan, tapi perhatikan saja diri kita. Kalau mau mendapatkan pasangan yang soleh/solehah, ya soleh/solehah-kan saja dulu diri kita sendiri. Kalau mau mendapatkan pasangan yang baik, ya perbaiki dulu diri kita sendiri.

Allah pasti memberikan pasangan yang terbaik untuk kita sesuai dengan kapasitas kita masing-masing. Tugas kita hanya memantaskan diri untuk layak menerimanya. Bukannya sibuk mencari pasangan yang terbaik, dengan mencari yang perhatian, penyayang, sederhana dan kriteria-kriteria lainnya, tapi sibukkan saja diri kita dengan jalan memantaskan diri dengan menjadi orang yang perhatian, penyayang, dll.

Jadi, bukannya sibuk cari pacar sana sini. Dipacari, lalu kalau tidak cocok diputuskan, lalu cari yang lain, dipacari, diputuskan, dan begitu seterusnya. Tidak usah “repot-repot” gan. Biarlah Allah yang menyeleksi buat kita. Seperti yang sudah saya tuliskan diatas, tugas kita hanya memantaskan diri, TITIK !

Pegang KUNCI JODOH diatas erat-erat. Insya Allah jodoh itu akan dikirim oleh Allah melalui jalan atau cara  yang mungkin tidak kita perkirakan sebelumnya.

Ada beberapa pembahasan lagi akan melengkapi artikel ini, yaitu tentang Pemantasan Diri dan Promosi Diri. Insya Allah kalau sempat saya akan share disini :)

Keep Healthy and Happy :)

Salam Bahagia,
Octa Dwinanda 

NB :
1. Tulisan diatas adalah bentuk lain dari sharing saya tentang jodoh di twitter dengan hastag #JodohMu
2. Tulisan diatas adalah kesimpulan saya dalam memahani Al-qur’an dan Hadist yang terkait dengan jodoh. Apabila ada salah itu datangnnya dari saya. Apabila ada benar, itu semata-mata datang dari Allah SWT

96 Responses to Kunci Jodoh – Yakini, Insya Allah Jodoh yang Terbaik Untukmu Akan Datang (Revisi I)

  1. betul sekali mas…jodoh itu ada di tangan Allah…dan kita harus benar-benar mempersiapkan diri dalam menyambut dan menjemputnya. karena kalau tidak, jodoh yang kita harapkan akan “tetap” di Tangan Allah

  2. Lutvi Avandi says:

    Maaf, kalau saya tidak sepakat kedua point diatas.

    Jodoh itu ditangan kita hehehe.. Allah tinggal ngasih berkah atau ndak pada pasangan itu. Dan sebenarnya jodoh sejati di dunia itu nggak ada. Bisa menikah belum tentu disebut jodoh. Ada orang menikah cek cok melulu sejak malam pertama lho.

    Menurut saya jodoh itu tergantung kita sendiri. Pengen istri seperti apa? Pengen suami macam gimana? Nah, kalau udah punya keinginan, minta deh sama Allah yang seperti itu.

    Kata @yusuf_mansur, banyak orang yg gak dapat jodoh itu gara-gara gak pernah minta. Dianya gak pernah minta, ortu-nya juga gak pernah minta sama Allah. Jadi, jangan bilang karena Allah gak ngasih, wong kitanya yang gak mau minta kok.

    Orang baik pasangannya orang baik juga gak selalu benar. Di Quran udah ada 2 contoh terkenal:

    Firaun yang bapak moyangnya Kafir, istrinya sholehah.
    Nabi Nuh yang luar biasa imannya, istrinya kafir.

    Hayoo?

    Di kehidupan sekarang juga byk istri kyai yang kafir ketika suaminya meninggal. Atau istri sholehah yang suaminya bejat.

    • Octa Dwinanda says:

      setuju mas…. jodoh itu memang tergantung kita sendiri… Itu belum saya bahas disini mas… ada di bagian “Pemantasan Diri”. Tapi tetap saja jodoh di tangan Allah. Seperti yang sudah mas Lutvi contohkan, nabi nuh yang mendapatkan istri yang kafir… Apakah nabi Nuh tidak berdoa ? pastilah Nabi Nuh berdoa kepada Allah untuk mendapatkan istri yang solehah, tapi kehendak Allah berbeda yang menjodohkan dia dengan istri yang kafir, artinya tetap jodoh itu ditangan Allah.

      Allah memang bukannya ga ngasih, tapi karena memang kitanya yang belum pantas. Banyak orang yang sudah minta, bahkan sampai menangis setiap malamnya dihadapan Allah, tapi tak kunjung dipertemukan juga dengan jodohnya (Istri/Suami). Jadi bukan hanya karena tidak minta, tapi karena kita memang belum pantas. Untuk itu selain meminta atau berdoa, harus diikuti dengan usaha untuk memantaskan diri…

      untuk poin kedua… saya perlu belajar lagi… terima kasih pembelajarannya mas… :)

      • Lutvi Avandi says:

        karena gak dibahas di Quran doa jodohnya nabi Nuh, jadi gak bisa jawab. Boleh jadi emang gak berdoa lha beliaunya sibuk berdakwah, mana sempat ngurus dirinya sendiri.

        • Octa Dwinanda says:

          wallahu alam… tapi yang pasti berdoa kepada Allah adalah bagian dari ibadah. Kemungkinan besar nabi Nuh pun berdoa utk jodohnya… wallahu alam bish shawab

    • syafa says:

      saya setuju dengan artikel ini… mengenai beberapa tokoh sejarah yang mendapatkan jodoh yang berkebalikan menurut saya itu adalah kehendak Allah untuk menjadikan hikmah dan pelajaran….. kalo menurut saya sih… adanya sitri solehah pada Fir’aun menjadikan nabi Musa bisa tetap hidup hingga dewasa.. sedangkan nabi Nuh yang mendapatkan istri demikian memberikan teladan betapa besar kesabaran Nabi Nuh dalam menghadapi keluarganya.. dan saya percaya pasti nabi Nuh ga pernah berhenti menasehati istrinya,,, dan ga pernah bermalas mengingatkan anaknya…namun hidayah kan di tangan Allah…. tentunya dengan demikian menunjukkan betapa Maha Kuasa ALlah yang memiliki langit dan segala isinya dan hati manusia….

  3. hauzan says:

    Jadilah orang yan bertaqwa agar Alloh SWT mempersiapkan jodoh terbaik untuk kita. Karena hanya dengan menjadi orang bertaqwalah jalan terbaik untuk mendapatkan jodoh terbaik kita. Salam kenal…

    • Octa Dwinanda says:

      meyakini secara benar bahwa jodoh ditangan Allah, itu bagian dari taqwa…. Salam kenal juga mas :)

  4. Grandchief says:

    Artikel yang mencerahkan nich mas :lol: Semoga bisa dapat yang terbaik :wink:

  5. asti says:

    Jodoh akan datang sendirinya. Kalau memang jodoh tak akan kemana.Itu sih hanya ungkapan-ungkapan kecil. Selebihnya kita juga harus berusaha.

    • Octa Dwinanda says:

      usaha itu masuk kedalam usaha kita untuk memantaskan diri dan promosi diri… insyaAllah akan coba saya bahas :)

  6. Kita juga paling seneng ngobrol2 tentang wanita dalam pandangan Islam,, dan pengeeeen banget jadi wanita yang baik menurut Islam.

  7. habibi says:

    semoga pasangan pasti menginginkan jdoh yang baik. solusinya dengan banyak berdoa dan iringi dengan berikhtiar. insyaallh dapat..:)

  8. intan permatasari says:

    terimakasih. saya merasa tenang membaca artikel ini

  9. Dian Pratiwi says:

    gimana caranya saya bisa masuk blog ini lagi nanti tuk mengikuti penjelasan berikutnya? kasih no. kontak klo bisa.makasih.

  10. Rima says:

    saya setuju bahwa apa yang harus kita lakukan untuk mendapat jodoh yang terbaik adalah dengan terus menerus memperbaiki diri.
    Kalo soal nabi Nuh yang mempunyai istri yang kafir, menurut saya bisa jadi itu cobaan untuk nabi Nuh.
    Dan bagi Asiyah istri Firaun, insya Allah Firaun menjadi jalan baginya untuk masuk surga.
    Wallahu’alam.

  11. Tika says:

    mas octa artikel pemantasan diri nya mana?

  12. ilham oktafianu ramadhani says:

    aku ingin bisa mnjadi yg terbaik untuk calon istriku,

  13. logan says:

    :sad: smoga gwe dpt jodoh yg terbaik yg sdh Allah sediakan amin

  14. wiwin says:

    artikel yang menarik,,,aq setuju,,,jodoh memang rahasia Alloh yang kita tidak bisa tebak kapan dan siapa jodoh yang akan datang dalam kehidupan qu.tapi aq sangat yakin dan percaya kekuatan doa,,,Alloh akan segera hadirkan sosok yang baik dan indah untuk qu.amin

  15. Diandra says:

    Salam Mas..
    Memang bener jodoh itu ditangan Allah…tapi ada tetangga dan sahabat ku selalu berkata bahawa jodoh itu harus dicari.
    Karena menurut mereka, nggak ada yang akan menuju ke rumah dan lantas mahu menikah begitu pantas bukan? justru gimana ya? Semua org pingin menikah..

    • Octa Dwinanda says:

      salam kenal diandra….

      kalau saya menyakini jodoh itu bukan dicari… tapi ditunggu aja. Tapi ditunggu disini bukan berarti tidak melakukan apa-apa tapi terus melakukan pematasan diri dan terus melakukan promosi diri. Kalau sudah pantas dan promosinya gencar, ditambah selalu berdoa kepada Allah, insyaAllah jodoh itu datang sendiri

  16. Ryzky Widi Atmaja says:

    Assalamualaikum …

    Jodoh memang rahasia Allah SWT. Karena saking rahasianya, jadi kita jangan pernah meminta ramalan atau jodoh kepada selain Allah, seperti ramalan bintang atau perdukunan, karena itu pasti hasilnya salah dan tidaks sesuai. Karena itu perhitungan manusia, dan manusia pasti salah. Saya sendiri ahkir-akhir ini sering sekali memikirkan jodoh saya, mungkin karena saya sudah berusia tengah2 kepala dua. Dan, saya sebenarnya bingung, kalau bisa dibilang petunjuk atau hanya kebetulan sematan.

    Saya mulai dulu dengan lengkap saya jika dijumlah menurut numerologi 1-26 = A-Z, maka nama saya berjumlah 196, dimana 196 = 49 x 4, atau 7 kuadrat dan 2 kuadrat. Ini ilmu yang saya temukan sendiri dan mungkin tidak berlaku bagi sebagian orang, jadi mungkin analisis numerologi ini hanya untuk saya, dan anehnya lagi, semua jalan hidup saya mulai SMU sampai sekarang penuh dengan kedekatan angka 7 dan 14. Karena jumlah 49 x 4 tadi, saya begitu kaget, karena ternyata Allah SWT sudah memberi petunjuk jalan hidup saya dekat dengan angka 7 atau 7 x 2 = 14 sejak saya lahir kedunia dengan nama tersebut, mungkin sampai jodoh pun saya meyakini ada hubungannya dengan angka 7.

    Semoga saya tidak berdosa untuk sekedar curhat tentang kebombangan jodoh dan kesamaan angka (numerologi) dengan seorang cewek, dan semoga saya tidak mendahului takdir Illahi. Allah, maafkan saya seandainya saya berlaku diluar batas …

    Begini, nama saya tadi kan 196, semantara nama dia berjumlah 192, dan jumlah nama panggilan saya dan dia adalah 194, dimana 194 berada diantara 192 dan 196, dilain sisi, selisih nama panggilan saya dan dia adalah 16, dimana 1 + 6 = 7, dan 192 tadi = 1 + 9 + 4 = 14.

    Bahkan nama girl band dia berada ada kaitannya dengan angka 7. SIlahkan disearching, girl band apakah itu …? Begitu juga nama panggilan saya dan dia menyimpan banyak misteri angka. Kalau yang ini saya tidak bisa jelaskan.

    Apakah analisis saya ini sebuah petunjuk jodoh dari Allah SWT, ataukah hanya kebetulan semata …? Dengan catatan, sebelum saya analisis nama saya dan cewek tersebut, saya berusaha kembali ke pelukan-Nya, dengan selalu berdoa untuk ‘ditemukan’ jodoh saya secepatnya, agar saya mengetahui, dan saya merasa lega bahwa saya memang memiliki jodoh.

    Dia ataupun tidak, saya tetap bersyukur, karena saya dapat menerima siapapun gadis yang akan mendampingi saya seumur hidup sampai akhira, meskipun dia artis seperti yang sedang saya tunggu ataupun gadis masyarakat biasa. Amin …

    • Octa Dwinanda says:

      wa’alaikum salam….

      apa bedanya ramalan bintang dengan numerologi…. dua-duanya tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah dan tidak pernah ada dalam hadist manapun, apalagi dalam Al-qu’ran. Jangan percaya dengan hal-hal seperti itu mas, itu hanya kebetulan belaka.

  17. acepasep says:

    betul banget mas gan.. jodoh memang 100% ditangan allah .. dan kita hanya berusaha dan berdoa berharap..amien amien
    semakin menggebu gebu aja nih ane.. lagi nyari jodoh tapi belum kunjung di pertemukan .. subhaannallah
    padahal ane udah ngebet banget nih..heheh

    • Octa Dwinanda says:

      jangan dicari mas…. tapi fokus pada pemantasan diri dan promosi diri. Kalau kita yang cari belum tentu yang terbaik. Tapi kalau Allah yang ngasih, sudah pasti yang terbaik :)

  18. uhti Atien says:

    jodoh itu sebuah pilihan

    • Octa Dwinanda says:

      menurut saya jodoh itu bukan pilihan mba…. tapi sudah ditetapkan berdasarkan kepantasan diri kita… ketika kita memilih dan kemudian berjodoh dan akhirnya menikah, yang saya yakini adalah bahwa sebenarnya itu adalah sebuah ketetapan Allah…. Terlihat seperti kita yang memilih, padahal sebenarnya Allah lah yang memberi sesuai dengan kepantasan diri kita… wallahu alam

      • rina says:

        saya sangat setuju, manusia boleh memilih jodohnya tapi pada akhirnya Allah juga yang memilihkan

  19. upieckfithree says:

    assalamualaikum..
    jodoh itu di tangan Allah saya setuju mas,, kalau pekara istri nabi Nuh, Allah itu mempertemukan hambanya pasti punya maksud dan tujuan yang tidak kita ketahui,,,

    maksud dari melakukan promosi diri itu gimana ya??? :smile:

    • Octa Dwinanda says:

      nanti coba saya bahas…
      tapi intinya adalah seperti “berjualan” mba… beri tahu ke seluruh dunia bahwa kita sudah siap nikah. Beri tahu orang tua, beri tahu om, tante, teman kantor, teman rumah, pokoknya semua. Sekalian kasih tahu ke mereka kriteria-kriteria yang kita inginkan….

      Ikuti juga pengajian-pengajian. Kalau diajak orang tua ke acara pernikahan, ikut. Kalau diajak kenalan sama anaknya teman masa kecil ibu kita, Ikut.

      Nah, seperti itulah sedikit gambaran tentang PROMOSI DIRI

  20. lia says:

    jodoh di tangan allah sy setuju,, masalah sampai saat ini kt blm di pertemukan dgn jodoh kita…sy yakin allah sengaja menguji kesabaran kita,,,dan sy jg yakin kesabaran akan berbuah manis…

  21. satriyaraja@gmail.com says:

    sebelum kita membahas jodoh..
    kita ingatkan hal ini saja..
    UMUR,rizki,JODOH sudah tertulis di kitab lahul mahfuz..
    tapi apa bener sich kayak gitu..
    cz yang saya alami masih
    sebatas…umur saya belum di tentukan,karena saya belum wafat..
    rizki saya juga belum di tentukan,karena saya masih ber ada di alam dunia manusia,juga belum di alam neraka,atau alam surga.

    sedangkan jodoh??_saya saja masih singel,, :lol:
    jodoh di tangan allah?_itu di bahas antara hubungan hambanya dengan allah.
    jodoh di tangan kita(manusia)?_itu di bahas antara hubungan manusia dengan manusia.
    keduanya tidak dapat di pisahkan.

    hanya saja menurut saya sich?? :shock:
    jodoh itu seperti ibarat kematian,kapan dan kapan saya tidak tau,
    tapi..
    yaaa nggak jelas aja..
    apabila saya ngomongin jodoh,karena saya..
    belum dapat jodoh.

  22. satriyaraja@gmail.com says:

    yang saya tau,dan kesimpulan saya soal jodoh,itu..
    apabila saya sudah membaca dua kalmat sayhazdat dalam ijab kobul(pernikahan mempelai wanita dan pria serta para saksi dan penghulu(modin/kesra)..
    dan di saat itu
    AKU senang
    AKU yakin
    dan KAMU harus yakin
    di manapun keburukan mu(ku) dan sampai kapanpun ke baikan mu,hingga saat yang di tentukan oleh NYA(wafat) dan nya(berpisah/bercerai).

  23. satriyaraja@gmail.com says:

    syah syah saja,saya ber komentar,,
    menulis blog,,
    bahkan ber argument..
    yang bikin nggak syah itu ya,,
    saya belum menikah,,,cuakkakaakakk

    • Octa Dwinanda says:

      hehe…. iya mas… lanjutkan kiprah berkomentarnya mas…. hehe

      semoga segera mendapatkan jodohnya/pasangan hidup/istri

  24. tofa chan says:

    amalan untuk mempercepat pencarian jodoh apa aja ya

  25. amalia says:

    hiks..hiks..hiks..
    jodoh saya mana ya ?!
    keburu expired neeh umur

    • Octa Dwinanda says:

      promonya dikencengin mba. Promo di pengajian, promo di keluarga, promo di organisasi, promo dimana-mana. Minta bantuan seluruh anggota keluarga, teman…. Ga perlu malu, ga perlu sungkan. Sembari memperbaiki diri. Perdalam ilmu agama, perdalam ilmu bagaimana menjadi istri yang baik dll…..

  26. Salam kenal kak Octa di pontianak, anak Gunadarma Jl.akses UI jakarta th’97 sekarang di Depkeu, Jodoh emank Allah tentukan tapi kudu di cari juga kak,
    Allah berfirman:
    ?????? ??????? ??????? ???? ???? ?????????? ???????? ??????????? ????? ?????? ?????? ??????????? ??? ??????????????

    Hal itu karena Allah tidak akan mengubah nikmat yang diberikannya kepada suatu kaum sampai mereka mengubah dengan dirinya sendiri.

    Nah nikmat itu Jodoh,rezki juga kesenangan. namun ada juga jodoh diketemukan karena kebetulan. Sekitar tahun 1971, hanya karena si cowo bawa vesva menyenggol cewe di jalan Slipi jakarta. karena kakinya tergores, si cewe diantar pulang. sampai dirumah, si ayah malah marah2, kemudian si cowo binggung, mau dibawa ke pos satpam, namun si ayahnya malah suruh cowo buat nikahin dia krn takut anaknya gak ada yg mau…Nah itu kebetulan, karena kasus ini Om aku yg alami..

    Mahasuci Allah yang telah menciptakan semua pasangan,baik dari apa yang tumbuh di bumi, dan dan jenis mereka(manusia) maupun dari (makhluk-makhluk) yang tidakmereka ketahui (QS Ya Sin [36]: 36).

    Laki-laki yang berzina tidak (pantas) mengawini
    melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak pantas dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau 1aki-laki musyrik (QS Al-Nur [24): 3). Seperti pesan surat Al-Nur (24): 26,
    Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji Dan Wanita-wanita yang baik adalah untuk
    Laki-laki yang baik.

    Tapi nyatanya banyak wanita yg baik malah dapat laki2 yg tdk baik, peminum, jarang Solat..Tapi kalo mo dibilang ya kembali ke diri sendiri juga, bisa jadi itu COBAAN dari Allah kepada istrinya.

    “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (At-Taghabun: 15)

    • Octa Dwinanda says:

      menurut ku begini mas….

      ga ada yang kebetulan di dunia ini, semuanya adalah kehendak Allah. Semuanya yang terjadi adalah menurut kepantasannya. Apapun yang terjadi itu karena kita pantas mendapatkannya. Kita ga pernah tahu, apakah musibah yang menimpa kita itu cobaan atau teguran… Apapun itu kita tetap harus husnudzon bahwa itu adalah jalan Allah untuk membuat kita lebih baik….

      Betul…. bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sampai mereka mau mengubahnya sendiri. Usaha kita bukan pada kegiatan kita mencari pasangan hidup, tapi cukup dengan mempromosikan diri. Biarkanlah Allah yang mencarinya untuk kita. Minta orang tua yang mencarikan, minta teman untuk mencarikan, minta saudara untuk mencarikan, minta ustad untuk mencarikan. Pencarian oleh orang lain, insyaAllah sangat-sangat objektif. Tapi kalau kita yang cari, unsur2 subjektifitas pasti ikut, takutnya hawa nafsu bermain, mata tertipu, dan cinta pun menjadi buta.

      Sekali lagi saya tekankan USAHA kita bukan pada MENCARI tapi pada PROMOSI DIRI dan PEMANTASAN DIRI.

  27. arvie riva'i says:

    salam saudaraku seiman…….

    ketika kita berbicara jodoh maka pikiran saya melayang dalam realita kehidupan nyata yang mana ketika dua hati disatukan yabg dapat memisahkan hanya maut……

    pertanyaan yang palinggampang adalah yang manakah jodoh seseai kehendakNYA….?

    ketika dua insan menikah anta pemuda dan pemudi masuk dalam pelaminan , tidak dapat kita pungkiri ternyata si pulan jodohnya dengan si A…… setelah berjalan beberapa waktu ternyata perkawinan mereka tidak dapat di pertahankan .. maka komentar nya akan berbeda … ternyata si pulan jodohnya sampai di situ saja …..

    hal ini sudah bukan rahasia lagi di masyarakat bahwa perkawinan ini se akan -akan sebagai permainan belaka…… sebentar kain sebentar cerai subhanallah……

    itukah jodoh yang dimaksud ….. ?

    salam ukhuwah….

    • Octa Dwinanda says:

      Jodoh yg saya maksud disini adalah pasangan hidup berumah tangga.
      Yg saya bicarakan disini bukan tentang jodohnya, tapi CARAnya untuk mendapatkan pasangan hidup terbaik. Kalau apa permasalahan di dalam pernikahan seseorang, saya meyakini ada yg tidak sesuai dgn apa yg saya tuliskan diatas. Tapi ini hanya opini cetek saya pribadi dr hasil pemahaman saya ttg pasangan hidup yg ada Di alquran.

      Kunci ini yg saya yakini.

  28. sadamfahlepi says:

    “Jodoh”
    yah inilah misteri yang kan senantiasa mengikuti setiap orang sampai kapanpun termasuk pribadi saya.
    Seakan tiada habisnya membicarakan masalah ini.
    Fatwa dan penjelasan para ‘alim pun belum bisa memberikan kepuasan dihati setiap insan.
    Apakah jodoh adalah murni taqdir Allah yang tiada hubungannya dengan ikhtiar manusia?
    Apakah murni ikhtiar manusia dan tidak ada hubungannya dengan Allah?
    Ataukah kedua-duanya berperan?

    Bahwa jodoh berkaitan dengan taqdir adalah benar.
    Bahwa kita pada dasarnya sudah ditaqdirkan oleh Allah memiliki jodoh masing-masing adalah hal yang harus kita yakini.
    Tapi yang menjadi persoalan adalah siapa yang dikehendaki oleh Allah menjadi jodoh kita??
    It’s mysterious problem

    Jika kita membicarakan taqdir/kehendak Allah maka pada dasarnya ada dua yaitu, Apa yang dikehendaki Allah “kepada” kita dan apa yang dikehendaki Allah “dari” kita. “Kepada” tidak sama dengan “dari”. Apa yang dikehendaki Allah “kepada” kita adalah sebuah rahasia Allah, biasanya disebut `taqdir mutlak`.
    Kita tidak diberi tahu sebelum hal itu terjadi.
    Siapa jodoh saya?
    Kapan saya mati?
    Kenapa saya kurus?
    Kenapa saya berkulit coklat?
    Kenapa saya lahir di Indonesia?
    Semua itu adalah mutlak rahasia Allah.
    Itu adalah urusan Allah, hak prerogatif Allah sebagai Rabb Yang Maha Kuasa.
    Masalah ini bukan domain manusia
    Memikirkan dan mempertanyakannya tidak ada manfaatnya sama sekali, bahkan bisa jadi akan melahirkan kesulitan yang mengantarkan pada kesesatan dan kebinasaan.

    Tugas kita sebagai makhlukNya adalah memikirkan dan mengikhtiarkan kehendak Allah yang kedua,
    yaitu apa yang dikehendaki Allah “dari” kita. Dan biasanya disebut taqdir `ikhtiari` yaitu ketetapan Allah yang ada kaitannya dengan usaha manusia.
    Inilah tugas kita sebagai makhluk.
    Allah menghendaki kita menuntut ilmu, silaturahmi, shalat, dzikir, berdo’a, berusaha dan lain-lain.
    Termasuk dalam hal jodoh,
    Allah menghendaki kita agar berusaha mencari dan menemukan jodoh terbaik kita masing-masing.
    Sebelum mendapatkannya,
    kita tidak tahu pasti siapa jodoh kita.
    Rahasianya masih tersimpan rapih dalam database Allah di Lauhul Mahfuzh.
    Untuk mengetahui siapa jodoh kita,
    maka kita dituntut melakukan usaha, ikhtiar dan upaya.

    Jodoh adalah taqdir yang sekaligus berkaitan dengan peran Allah dan ikhtiar manusia.
    Jodoh bukan taqdir mutlak,
    namun taqdir ikhtiar.
    Sehingga kaidah dalam menemukan jodoh adalah usaha/ikhtiar secara syar’i “dan” tawakkal.
    Disini sengaja saya menggunakan kata penghubung “dan” bukan “lalu”, “kemudian”, atau “setelah itu”.
    Artinya tawakkal, pasrah dan do’a harus terus mengiringi usaha kita dalam menemukan jodoh tersebut.
    Dan ternyata inilah yang akan dinilai oleh Allah,
    yaitu proses usaha atau ikhtiar dan tawakkal kita kepada Allah.
    Dengan demikian hasil dari proses tersebut akan kita pandang sebagai “yang terbaik”.
    Hati kitapun akan ikhlas menerima sehingga tidak ada istilah sakit hati, patah hati maupun duka hati.

    Siapa jodoh ku?

    Untuk mengetahui, tepatnya menebak siapa jodoh kita dalam bahasa ikhtiarnya, maka sangat ditentukan oleh bagaimana kita mengetahui “siapa diri kita” Sangat sulit menebak siapa jodohnya bagi orang yang belum mengenal dirinya.
    Oleh karena itu orang yang sudah faham siapa dirinya akan mudah menemukan jodohnya.
    Jadi ikhtiar yang harus kita lakukan pertama kali agar mendapatkan jodoh “terbaik” adalah “memperbaiki diri”.
    Karena Allah telah berjanji

    “Laki-laki yang baik adalah untuk perempuan yang baik dan perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik pula”

    Siapa jodoh kita?
    tidak begitu masalah karena memang kita tidak pernah tahu siapa sosok yang telah dipilihkan oleh Allah untuk mendampingi kita.
    Yang menjadi masalah adalah penerimaan kita kepada sosok yang menjadi jodoh kita tersebut.
    Apakah hati kita menerimanya dengan ikhlas, kemudian mensyukurinya dengan prasangka baik kepada Allah
    atau justru hati kita menolak dan mengingkarinya dengan prasangka buruk kepadaNya??
    Mungkin kelak jodoh kita bukanlah sosok yang selama ini menjadi dambaan dan pujaan hati.
    Mungkin jodoh kita bukanlah yang kita idam-idamkan.
    Mungkin jodoh kita bukanlah yang memiliki kesempurnaan fisik dan atau ekonomi.
    Mungkin.. mungkin.. dan beragam mungkin lainnya yang tidak sesuai dengan hati kita.
    Tapi pernahkah kita membayangkan bahwa ternyata dia adalah sosok manusia terbaik yang Allah anugerahkan kepada kita?

    “Boleh jadi kita membenci sesuatu padahal ia amat baik bagi kita.
    Juga boleh jadi kita mencintai sesuatu padahal ia amat buruk buruk bagi kita.
    Allah Maha Tahu sedangkan kita tidak”

    Allahu a’lam
    Hanya Allah Yang Maha Tahu.

  29. Apenk says:

    Pertanyaan saya sekarang gini

    apakah benar jika jodoh itu di takdirkan dengan serasi contonya jika kita bandel jodoh kita pun juga bandel,begitu pun sifat kita akan sama dengan jodoh.kita,dan bisa jadi jika kita menyukai lagu a misalnya jodoh kita pun juga sama mengidolakan si lagu a.

    • Octa Dwinanda says:

      sudut pandangnya dibalik mas…. kalau mau jodoh yang baik, maka harus jadi orang baik dulu..
      kalau masalah lagu itu selera mas, bukan kualitas diri… ga bisa disamakan mas

  30. yudi says:

    Bgaimana jka kta brdo’a jdoh,llu jdoh itu dtng,tp orng tua tdk mrstui stelah menghtung tentang ramalan nama tentang hurup hijaiyah kita berdua,dlm artian tdk cocok,pdhal sy sndri insya allah sdh mykini akn ksolehahannya,mhon solosinya

    • Octa Dwinanda says:

      Menurut saya yg utama dilakukan adalah meyakinkan orang tua bahwa ramalan seperti itu tdk ada dalam tuntunan islam. Tentunya meyakinkan dgn kesabaran. Bila perlu libatkan orang alim (ustadz). Selanjutnya menurut saya pribadi, tetap menikah itu harus ada ridho Dr orang tua. Yakinkan saja terus, kalau memang jodohnya, insyaAllah jalannya dipermudah.

    • hint says:

      ikutan biro jodoh mas….

  31. [...] ini merupakan sambungan dari tulisan saya terdahulu yang berjudul: Kunci Jodoh – Yakini, Insya Allah Jodoh yang Terbaik Untukmu Akan Datang. Di akhir tulisan saya menjanjikan untuk membahas kelanjutannya, yaitu tentang Pemantasan Diri dan [...]

  32. PoerdjoPoenya says:

    Doa sapu jagad trmsk jg dlm meminta jodoh.

  33. Maulida Yusuf says:

    ya yakinlah jodoh pasti akan datang, selama niat kita baik dan lurus pasti Allah akan menolong. minta izin copy isi bloggernya ya untuk artikel. Terima kasih…

  34. tami says:

    Aslammualaikum wr.wb

    Saya mau crita terlebih dahulu
    Saya sblumnya pcran gapernah yakin klau itu jodoh saya
    Tetpi skrang sya merasa yakin dngan pcr saya yg sekarang klau itu jodoh saya !
    Nah , kalau saya berdoa dan ihtyar agar saya benar” mnjadi jodohnya apa bisa ?

    • Octa Dwinanda says:

      wa’alaikum salam.

      saya tidak tahu mba. Tapi yg jelas seperti yg sudah saya jelaskan di dalam tulisan saya bahwa pacaran itu justru menjadi penghambat kita mendapatkan jodoh terbaik

  35. tami says:

    Tapi klau kita berdoa agar seseorang yg kita sayang itu dpat jdi jdoh kita , allah ttp mengabulkan ?

  36. astiana says:

    Kalau Yang enggak nikahi nikah itu jodohnya dimana…apa Allah tidak menciptakan jodoh untuknya padahal dia dah berusaha sekuat tenaga mencari jodohnya….

    • Octa Dwinanda says:

      kalau menurut saya pribadi… kemungkinan ada yang “kurang” dalam usahanya menemukan jodohnya (pasangan hidupnya). Entah itu di pemantasan dirinya atau di promosi dirinya

  37. Bambang Gene says:

    mantap banget gan

  38. edogawa says:

    aduh jd mkin bingung,sy harus meyakini yg mana ?pd rebutan jodoh

  39. lang says:

    yakinilah bahwa jodoh kita sudah ada dan berdoa ke pada Allah SWT
    mudahkanlah dalam mencarinya bimbing saya untuk menemukan istri yang terbaik dunia dan akhirat, amiin
    jalannya dari mana saja Allah Sudah mengaturnya,,

  40. [...] Ini berlaku juga dalam hal menemukan pasangan hidup. Coba deh baca tulisan saya tentang itu disini: Kunci Jodoh. [...]

  41. princez says:

    setuju :-)

  42. ahmad fauzan says:

    Sy ibratkan soal jodoh, ibarat sebuah benda, jodoh itu sudah di persiapkan allah untuk kita, di dalam sebuah kotak, kemudian kita diminta untuk menghampiri kotak itu lalu membukanya, disini menghampiri dan membuka kotak jodoh adalah bentuk usaha manusiawi kita, terhadap sebuah ketentuan yg telah allah tetapkan untuk kita.

  43. ahmad fauzan says:

    Sy setuju pendpat no. 52 dari sadamfahlevi

  44. Hamba Allah swt says:

    Assalamualaiku wr.wb saudara ku…
    sebangsa,setanah air….

    dari mata batin, saya lihat kebanyakan yg beri comment msh berdarah Mudaaa….. usia s/d 31 thn…

    Gpp. his ok….semoga kita semua lebih banyak istighfar,MERATAPI DOSA2 kita daripada mencela orang lain apalagi terperangkap dalam jebakan SYETAN yg BERUSAH MENYUSUP DI comment yg menyebar PERMUSUHAN. mari istighfar, istikharah dan istiqomah dalam memeluk islam.

    JOdoh,rejeki,maut bahagia semua sudah ketetapan ilahi. orang yg mengotak2atik hal ini akan mengarah kepada KAFIR dan MURTAD….

    pasrahkan SEGALA urusan kepada ilahi… semua ada waktunya…semua ada aturan mainnya…. ikuti quran dan sunnah….insya allah itu petunjuk yang benar…. SELAMAT DUNIA AKHIRAT.

    JIKA KAU TIDAK MEMPERCAYAI AKAN KETETAPAN TAKDIR KU…keluarlah dari kolong langit KU…CARILAH TUHAN selain AKU.

  45. rina says:

    tapi tetep usahan kan

    • Octa Dwinanda says:

      usahanya hanya pada pemantasan diri dan promosi diri aja mba. Bukan pada usaha mencari

  46. alkalin says:

    bagus banget nih artikel tentang jodoh,saya senang…sebelumnya saya telah membaca dari beberapa sumber termasuk dari ustazd mansyur yang katanya” Jodoh jangan di cari tapi di beli caranya dengan memperbanyak sedekah/infag.Terus kalau dari KH.Zainudin MZ. ” Jodoh itu ditangan Allah tapi tidak datang dengan sendirinya dia perlu di jemput”.

  47. Ratna Nuryaningsih says:

    postingannya membantu sekali,,
    terima kasih yaa..

  48. Hari says:

    Maaf mba, untuk poin 1, saya tidak setuju.
    Yang saya yakini saat ini, jodoh itu (dalam hal ini suami/istri) kita sendiri yang menentukan.

    mungkin tulisan ini bisa sedikit lebih mencerahkan.
    http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/antara-rezeki-jodoh-dan-ajal.htm#.Up3GQ9I2Y_U

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>