Kesehatan Adalah Segalanya

kesehatan adalah segalanyaSudah berapa lama Anda hidup di dunia? 20 tahun, 30 tahun, atau lebih dari 40 tahun. Selama itu Anda selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk Anda dan keluarga tercinta. Pakaian, rumah, kendaraan pribadi, sekolah anak….. lalu bagaimana dengan kesehatan? Mungkin  karena pola hidup yang sudah turun menurun atau karena kesibukan membuat Anda sengaja ataupun tidak mengesampingkan hal yang satu ini. Padahal, sama-sama kita ketahui bahwa kesehatan itu adalah segalanya.

Bayangkan sekarang Anda mempunyai mobil mewah, tapi ketika Anda mengalami gangguan kesehatan, bisa jadi mobil mewah itu hanya sebagai pajangan garasi mobil Anda saja. Atau ketika anak Anda disekolahkan di universitas bergengsi, tapi ketika anak Anda sakit-sakitan, bisa jadi ijazah yang didapat dengan jerih payah selama beberapa tahun hanya sebagai penghias dinding rumah Anda saja.

Dari ilustrasi diatas, dapat disimpulkan bahwa apapun yang Anda kejar, entah itu materi, pendidikan yang tinggi, atau pun jabatan bergengsi, semua itu akan menjadi sia-sia apabila kata “SEHAT” tidak menjadi bagian dari tubuh Anda. Karena inilah layak saya katakan bahwa memang kesehatan adalah segalanya dan menjalani hidup sehat adalah keharusan. Setuju apa setuju?

Hidup sehat mencakup semua aspek. Dimulai dari apa yang Anda makan, kegiatan apa yang Anda lakukan untuk menjaga kebugaran, berapa lama tubuh Anda mendapatkan haknya untuk beristirahat, dll. Kesemua itu tentunya merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi. Jika Anda ingin sehat, penuhi semua hal diatas. Diawali dengan pemilihan makanan yang sehat.

Dulu kita mengenal apa yang disebut 4 sehat 5 sempurna. Sekarang kita mengenal  konsep piramida makanan. Keduanya bermuara kepada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tubuh. Nutrisi apa yang tidak boleh berlebih, nutrisi apa yang harus banyak kita konsumsi. Intinya, nutrisi yang kita asup, tidak hanya harus terpenuhi, tapi juga harus seimbang.

Saat ini, obesitas menjadi fenomena global yang terjadi di belahan bumi manapun, tidak melihat apakah masyarakat kelas bawah, atau kalangan atas, ini menjadi bukti otektik bahwa kesadaran manusia terhadap pola hidup sehat dan pengetahuan tentang kebutuhan nutrisi bagi tubuh, sangatlah kurang. Tidak hanya itu, pengelolaan makanan dimulai dari pembibitan, penanaman, pedistribusian, sampai proses penyajian hingga makanan itu masuk ke mulut kita, berpengaruh terhadap kandungan nutrisi di dalamnya. Belum lagi, kesibukan sebagian besar masyarakat di dunia yang akhirnya memilih makanan cepat saji sebagai menu hariannya. Kondisi ini tidak terelakkan, perlu usaha yang ekstra agar pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tubuh dapat tercapai, yang pada akhirnya akan berpengaruh kepada peningkatan kesehatan.

Usaha ekstra itu bisa melalui dengan hanya memberikan tubuh makanan-makanan terbaik. Pemilihan makanan harus menjadi pertimbangan utama, bahkan ketika usaha itu harus ekstra repot, ataupun harus mengeluarkan uang lebih banyak. Tapi, memang itulah konsekuensinya apabila jargon “Kesehatan adalah segalanya” merupakan bagian dari hidup Anda.  Tentunya, usaha ekstra yang Anda keluarkan sekarang, akan lebih ringan dibandingkan ketika Anda melakukan usaha ekstra itu pada saat Anda berjuang untuk sembuh dari sakit, apalagi kalau sudah menyentuh penyakit degeneratif yang selalu menjadi momok bagi kita, seperti penyakit kanker, diabetes, stroke, serangan jantung, dll.

Jaman sekarang, mau sehat, harus berani bayar lebih! Bagaimana pendapat Anda?

Salam Bahagia,
Octa Dwinanda

 

Leave a Reply