Kecelakaan Lalu Lintas Menjadi Rutinitas Sehari-Hari

Satu kalimat yang selalu saya ingat ketika disebut nama kota Pontianak, yaitu “KECELAKAAN LALU LINTAS”. Sepertinya, kecelekaan yang terjadi di jalan raya adalah hal yang biasa, tapi tidak di Pontianak. Saya yakin banyak dari Anda pasti pernah menyaksikannya. Entah itu tabrakan mobil, tabrakan motor, keserempet motor dan lain-lain.

Lah, memang seberapa parahnya sih sampai-sampai ketika disebut kota Pontianak, salah satu yang dingat adalah kecelakaan lalu lintasnya ? Sekarang saya tanya kepada Anda. Berapa kali dalam seminggu Anda menyaksikan kecelakaan lalu lintas ? Satu kali, dua kali atau tiga kali. Ah, itu sih biasa. Yang luar biasa sekaligus memprihatinkan adalah kalau Anda bisa menyaksikan kecelakaan lalu lintas hampir setiap hari.

Nah, itu lah yang saya alami selama hampir tiga tahun ini di pontianak. Hampir setiap hari saya menyaksikan kecelakaan lalu lintas. Bahkan pernah dalam satu hari saya menyaksikan dua, sampai tiga kali kecelakaan lalu lintas.

Bagaimana tidak terjadi kecelakaan. Banyak dari pengendara di Pontianak yang tidak memperhatikan keselamatannya sendiri dalam berkendara.

Saya perhatikan, apabila ada motor yang keluar dari gang, banyak dari mereka yang nyelonong begitu saja langsung belok kiri tanpa berhenti dan tidak melihat ke kanan apakah ada kendaraan yang sedang melintas atau tidak.

Nah, kecelakaan ini biasanya terjadi ketika si pengendara motor terkaget kalau ternyata ada mobil dibelakangnya, kemudian kendaraannya jadi tidak terkendali, oleng dan akhirnya jatuh tersungkur. Kalau seandainya ada parit disebelah kirinya, hampir dipastikan si pengendara beserta motor-motornya akan jatuh masuk ke dalam parit.

Satu lagi kemungkinan penyebab terjadi kecelakaan di jalan adalah banyak dari pengendara motor di Pontianak, yang berkendara sambil menelepon. Malah lebih ekstremnya lagi banyak juga yang sambil sms-an. Anda bisa membayangkan membaca sms atau membalas sms ketika berkendara, pasti memerlukan keahlian khusus bukan ? πŸ™‚

Di Pontianak inilah saya pertama kali melihat pengendara motor yang berkendara sambil menelepon atau sms-an. Waktu dulu di Jakarta perasaan sih belum pernah lihat hal seperti itu.

Mudah-mudahan aparat polisi segera menyadari kondisi ini dan segera menertibkan pengendara-pengendara yang melakukan “akrobatik” berkendera sambil menelepon atau sms-an. Dan tentunya berharap penertiban ini akan mengurangi jumlah kecelakan lalu lintas yang kerap terjadi di Pontianak.

Salam Bahagia,
Octa Dwinanda

27 thoughts on “Kecelakaan Lalu Lintas Menjadi Rutinitas Sehari-Hari”

  1. prilaku pengendara yang seenaknya, tidak tertib dan tidak mengerti arti keselamatan mas.

    bukan cuma di ponti, di jkt juga banyak kok yg sambil sms, nelpon bahkan lirik kiri kanan sambil nyetir atau naik motor..

    perlu dikeluarkan perpu tuh larangan aktivitas membahayakan saat mengemudi mas

  2. Perilaku seperti itu bukan hanya merugikan dirinya sendiri tapi juga orang lain. Dan perilaku seperti itu sangat susah diubah karena itu merupakan sudah menjadi kebiasaan.

    1. memang sudah menjadi kebiasaan mas. Sekali waktu saya sempat secara tidak sadar berprilaku seperti itu mas… Mudah-mudahan tidak menjadi kebiasaan

      1. Mas mohon maaf ini yah, jangan panggil saya mas, saya masih smp mas. hehehe.

        Benar itu mas, tanpa kita sadari kita itu hampir saja terkena kecelakaan lalu lintas, karena tidak konsen dalam mengendarai atau ada pikiran lain mas. Bisa diandaikan seperti ini badan disini tapi pikiran disana.

        1. oke panggil dik aja ya. Seperti biasa saya panggil dik arief. Eh, ngomong2 dik harist ini temannya dik Arief ya ?

  3. di Belanda, khususnya Amsterdan, orang sono naik sepeda ontel, lepas tangan sambil nelpon gan.. dah biasa tuh hahahaha

  4. Wah kalo di Surabaya juga sama ugal-ugalannya mas…nelpon sambil naik motor dg HP diselipin di Helm, SMS sambil naik motor dan mata sebentar sebentar melirik ke depan dan melirik ke HP….sdh seperti makan nasi mas…kacau bgt….Safety is not first priority again …

    1. disini lebih parah lagi mas. sms-an sambil naik motor…. kebayangkan pencet-pencet tombol hp sambil berkendara… ck.. ck.. ck

  5. Di Surabaya sudah mulai ada tuh mas hobby baru naik motor sambil SMS. Kalau sambil nelpon sudah banyak, apalagi helm SNI kan cenderung rapat jadi HP-nya bisa diselipkan dengan aman.. πŸ™‚

Leave a Reply