Halal bi Halal Sarana Untuk Saling Bersilaturrahim dan Bermaaf-maafan

Tepat pukul 9.30, saya dan teman kantor satu ruangan bergerak menuju lantai 5. Sesampainya di tempat, sudah banyak orang yang berkumpul. Ada yang sudah duduk di kursi yang telah  disediakan di dalam ruangan. Ada yang masih berdiri di depan pintu ruang rapat besar- tempat acara – sambil bersenda gurau dengan kawan sejawat yang mungkin baru hari itu bertemu setelah libur lebaran kemarin.

Tidak beberapa lama semua orang masuk ke dalam ruangan karena acara akan dimulai. Ya, hari itu tanggal 29 Agustus 2012, ada acara halal bi halal besar di kantor saya. Sebelumnya acara halal bi halal kecil sudah dilaksanakan di hari pertama masuk kerja. Tapi mungkin karena masih ada yang masih cuti dan kali itu direncakan juga akan mengundang para pensiunan, acara silaturrahmi ini diadakan kembali. Tentunya dengan konsep yang lebih lengkap, dengan menghadirkan ustadz untuk memberikan tausyiah.

Acara dibuka dengan sambutan oleh pimpinan tertinggi dari instansi kami. Di dalam sambutan, atas nama pribadi dan keluarga, beliau mengucapkan selamat idul fitri 1433 Hijriah dan permohonan maaf lahir dan batin. Sebelumnya beliau juga memberikan wejangannya bahwa acara halal bi halal ini selain sebagai  ajang silaturrahim dan saling memaafkan, tapi nantinya juga dapat menyimak bagaimana ibadah rutin  yang dilakukan setiap tahun selama sebulan dapat memberikan penyegaran baru dalam menjalankan amanah mengemban jabatan dan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab setiap pegawai.

Acara dilengkapi dengan tausyiah dari Ustadz lulusan dari Islamic International University Pakistan. Beliau mengutarakan niat kedatangannya hanya satu, yaitu untuk bersilaturrahim. Karena sesuai dengan hadist Rasulullah SAW bahwa silaturrahim itu memperpanjang umur dan memurahkan rezeki, ungkap ustadz.

Kurang lebih satu jam ustadz kelahiran Sumatera Utara ini membagikan ilmunya dengan gaya bercerita yang penuh hikmah. Membuat saya yang mendengarkan lebih paham dan mengerti yang disampaikan oleh beliau. Saking ceritanya membuat saya tertarik, sampai-sampai saya catat tausyiahnya di Blackberry. Mudah-mudahan saya bisa share isi tausyiahnya di lain kesempatan ya.

Setelah pembekalan rohani selesai, acara dilanjutkan dengan persembahan tari saman dari ibu-ibu darma wanita. Kemudian dilanjutkan dengan bersalam-salaman dan makan siang.

O iya dalam kesempatan ini saya atas nama pribadi dan keluarga  juga ingin mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H
Taqobbalallahu Minna wa Minkum
Mohon Maaf Lahir dan batin

Raga sudah bertemu. Permintaan maaf sudah terucap. Tangan sudah bersalaman. Semoga ini menghapus luka diantara kita. Semoga kita semua dipertemukan kembali di ramadhan berikutnya… Amin

Salam Bahagia,
Octa Dwinanda

 Sumber Image: http://www.smartlist101.com/2012/08/smartlist101-mengucapkan-minal-aidin-wal-faizin-mohon-maaf-lahir-batin.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *