Dualisme Seorang Blogger

Kalau ditanyakan kepada setiap blogger, apa tujuan mereka nge-blog, pastilah jawabannya sangat beragam. Kalau boleh saya ambil garis besarnya, ada 3 tujuan seseorang membuat blog. Untuk menjadi pebisnis online, penulis atau hobier (hanya sekedar ingin berbagi). Ini tergantung dari titik mana dia diperkenalkan ke dalam dunia blogging.

Awal Nge-blog

Dulu waktu awal-awal nge-blog, sekitar tahun 2005, tujuan saya nge-blog adalah hanya sekedar menfasilitasi hobi baru saya. Kebetulan waktu itu saya bergabung dalam satu komunitas yang sedikit banyak merubah pola pikir saya dalam menjalani hidup.

Pada waktu itu saya jadi suka membaca. Berawal dari hobi membaca inilah akhirnya timbul kesukaan baru, yaitu menulis. Sepertinya memang ada keterkaitan antara hobi membaca dan menulis ya. Kecenderungannya adalah apabila seseorang yang hobi membaca, kemungkinannya selalu diikuti dengan kesukaannya untuk menulis. Benarkah begitu, kawan ?

Pada saat itu, tidak ada tujuan yang spesifik kenapa saya nge-blog. Yang ada dipikiran saya hanyalah sekedar menyalurkan kesenangan saya yang baru itu. Tanpa ada sedikitpun keinginan untuk menjadi seorang penulis profesional atau apalah.

Berlanjut dengan membuat satu blog gratisan lagi. Tujuannya tetap sama, hanya dilengkapi dengan keinginan untuk berbagi yang makin menggebu-gebu. Tapi keinginan itu tidak bisa diaktualisasikan secara optimal, dikarenakan kesibukan kantor yang sangat luar biasa.

Perubahan Orientasi Nge-blog

Hingga pada suatu saat, saya mengklik sebuah link dari salah satu member sebuah mailing list. Link itu membawa saya ke sebuah sekolah internet marketing online. Nah, dari sinilah orientasi saya dalam nge-blog berubah cukup drastis. Tadinya nge-blog hanya ingin berbagi, jadi nge-blog untuk mendapatkan penghasilan melalui internet.

Ditambah lagi dengan membeli beberapa ebook yang berhubungan dengan bagaimana caranya berpenghasilan melalui internet dan bagaimana memanfaatkan blog sebagai sarananya. Jadilah orientasi nge-blog saya untuk mendapatkan penghasilan melalui internet semakin kuat.ย  Dan dari sinilah saya membuat blog berbayar tentang bisnis online. Tapi emang dasar awalnya nge-blog untuk berbagi, tetap saja blog yang saya buat itu saya jalani dengan konsep berbisnis dengan berbagi atau berbagi dengan harapan akan mendapatkan hasilnya kemudian. Walaupun sampai sekarang mungkin belum bisa memberikan apa-apa bagi para pembacanya.

Dalam perjalanannya, ternyata ada yang tidak sejalan dengan keinginan saya. Satu sisi saya ingin berbagi, disisi yang lain saya pun ingin berpenghasilan melalui internet. Yang ada dipikiran saya pada saat itu adalah berbagi itu disejajarkan dengan harusnya meng-update blog. Pada saat itu ada sedikit rasa bersalah seandainya saya tidak melakukan update artikel.

Dibagian otak saya yang lain berbisik, seandainya saya harus sering update artikel, kapan ada waktu saya untuk melakukan optimasi. Karena otak bisnis saya mengatakan bahwa optimasi bukanlah dengan cara seringnya update artikel, tapi bagaimana caranya mengoptimasi artikel-artikel yang sudah dibuat. Salah satunya adalah dengan optimasi kata kunci disetiap artikel yang saya buat dan meningkatkan link popularity di mata search engine. Dan tentunya ada kesibukan lain yang menurut saya harus lebih diutamakan dari pada update artikel.

Yang terjadi pada saat itu adalah perasaan sedikit “marah” terhadap opini yang terbentuk di dalam dunia blogging bahwa ada “keharusan” untuk update artikel. Ditambah lagi kegalauan saya terhadap keterbatasan saya untuk berbagi. Inginnya sih berbagi tentang segala hal. Sementara blog yang serius saya garap adalah blog yang berhubungan dengan bisnis online, tidak pas rasanya kalau harus berbicara diluar topik yang berhubungan dengan bisnis online.

Solusi Permasalahan Nge-blog

Hingga pada satu saat, mungkin juga terpacu dari tawaran menarik dari layanan hosting kawan blogger, akhirnya kegalauan itu sedikitnya bisa teratasi. Ya, dengan membuat satu blog berbayar satu lagi yang lebih condong kepada menfasilitasi keinginan saya untuk berbagi dengan cakupan yang lebih luas.

Lah, kan ada blog terdahulu yang bisa dijadikan tempat berbagi dengan cakupan yang lebih luas, mas Octa. Iya sih, tapi entah kenapa untuk berbagi di blog terdahulu sudah tidak bersemangat. Mungkin karena gratisan kali ya… ๐Ÿ™‚ Makanya, saya membuat blog berbayar satu lagi dengan domain nama sendiri, dengan harapan bisa mengembalikan semangat saya untuk berbagi. Ah, mas Octa ini alasan saja. Ya, memang begitu adanya kawan. Saya akui bahwa saya belum akil baligh di dalam dunia blogging. Masih anak-anak, masih suka moodi, masih suka cari-cari alasan, tentunya masih perlu banyak belajar. Semua memang butuh proses, bukan ?

Nah, satu blog berbayar untuk keperluan bisnis online, satu blog lagi untuk keperluan berbagi dan aktualisasi diri. Solusi yang tepat, saya rasa. Dua blog berbayar dengan orientasi blogging yang berbeda. Jadi kalau ditanya mas Octa ini blogger atau pebisnis online sih ? Dengan enteng saya akan menjawab, saya ini seorang blogger yang berbisnis online atau saya ini seorang pebisnis online yang doyan nge-blog. Ada saatnya dimana saya menjadi seorang blogger, ada saatnya dimana saya menjadi pebisnis online. Atau malah dalam satu waktu saya bisa menjadi dua-duanya ๐Ÿ™‚ .

Dari proses panjang ini, tentunya harus diambil hikmahnya. Harus ada sesuatu untuk diambil manfaatnya. Paling tidak, pengalaman saya dalam nge-blog, bisa dijadikan acuan bagi siapa saja yang baru saja ingin memulai nge-blog. Dari pengalaman saya yang boleh di bilang masih newbi, boleh dong untuk tetap berbagi. ย Ya, berikut ini beberapa poin yang bisa saya bagikan untuk Anda yang ingin memulai nge-blog agar kegalauan yang dulunya pernah saya alami, tidak terjadi pada Anda :

1. Tetapkan tujuan dari awal

Penetapan tujuan awal ini menurut saya sangatlah penting. Tujuan ini tidak hanya untuk mengakomodir keinginan Anda secara umum terhadap blog yang akan Anda buat, tapi harus juga mencakup secara detil topik apa saja yang akan menghiasi blog Anda.

Jangan seperti saya waktu awal mengelola blog OBS. Tujuan awalnya memang sudah jelas, yaitu untuk kebutuhan bisnis online. Tapi karena tercampur dengan keinginan untuk berbagi dan penetepan tujuan yang tidak spesifik, jadilah blog OBS blog yang agak campur aduk. Selain ada artikel tentang bisnis online, ada juga artikel curhat dan motivasi. Menurut saya, ini terlihat kurang profesional. Dan mungkin kurang baik juga di mata pengunjung dan search engine.

Jadi, bagi Anda yang baru ingin memulai nge-blog, langkah awalnya adalah tanyakan secara detil terhadap diri Anda sendiri, untuk apa Anda membuat blog. Hanya untuk aktualisasi diri atau untuk tujuan yang lebih spesifik. Untuk tujuan yang serius atau hanya sekedar untuk berbagi. Untuk kebutuhan profesionalisme atau hanya sekedar hobi-isme. Jangan sampai nantinya malah menjadi galau ketika semuanya sudah ditetapkan.

2. Jangan salah pilih nama domain

Pemilihan nama domain ini tentunya dipengaruhi dari tujuan yang telah Anda tetapkan sebelumnya. Jangan sampai salah pilih. Jangan sampai seperti saya dulu, namanya sih Online-Business-Story[dot]com, tapi kok isinnya agak campur-campur ya. Yang paling aman, biar tidak terjadi kesalahan, buat nama domain menggunakan nama Anda sendiri saja, seperti OctaDwinanda[dot]Com misalnya.

Tapi saran saya, seandainya Anda serius mengelola dengan tema yang spesifik, buatlah nama domain dengan nama yang mengandung kata kunci yang terkait dengan tema yang Anda pilih. Ini akan bagus apabila Anda ingin mengoptimasi situs Anda dengan SEO. Seandainya Anda mengerti tentang teknis SEO, alangkah baiknya melakukan riset terlebih dulu dalam memilih katak kunci untuk dijadikan nama domain.

3. Enjoy saja

Ketika Anda sudah terjun ke dalam dunia blogging, ada hal yang paling sering didengung-dengungkan, yaitu “keharusan” untuk sering update artikel. Keharusan untuk sering update artikel itu memang baik. Tapi, menurut saya itu bukanlah suatu keharusan.

Janganlah merasa bersalah ketika Anda tidak bisa meng-update artikel secara rutin. Apalagi Anda punya kegiatan yang harus lebih diutamakan dibandingkan dengan nge-blog, seperti urusan dalam pemenuhan kebutuhan hidup, urusan ibadah atau urusan bersosialisasi di dunia nyata.

Kecuali….

Nah, ada kecualinya nih. Kecuali apabila memang Anda harus fokus di dunia nge-blog, seperti ketika Anda ingin menjadi profesional di bidang penulisan atau ingin full menjadi seorang blogprenuer. Atau dalama kondisi bahwa nge-blog adalah sarana Anda untuk mendapatkan penghasilan utama. Nah, kalau seperti ini lain urusan. Nge-blog sudah menjadi ladang Anda untuk memenuhi kebutuhan Anda dan keluarga.

Tapi, apapun itu, tetap saja nge-blog itu harus enjoy.

4. Kembalikan ke diri Anda pribadi

Nah, ini nih poin yang terakhir. ย Ketiga poin diatas adalah berdasarkan pengalaman saya pribadi dan menurut sudut pandang yang sangat subjektif. Anda tidak harus menjadikan poin diatas sebagai acuan Anda dalam nge-blog. Karena pengalaman ruhani setiap blogger bisa saja berbeda-beda. Yang berlaku untuk saya, belum tentu berlaku untuk yang lain. Ini balik ke diri Anda pribadi. Jalani saja, dan rasakan pengalaman ruhani Anda sendiri dalam nge-blog dan buat formulasi bahagia Anda sendiri dalam nge-blog.

Eh iya, ada satu lagi yang harus disampaikan. Katanya newbie, ternyata sudah nge-blog sejak tahun 2005 ya. Benar kawan, memang kalau menulis di blog sudah sejak tahun 2005. Tapi baru serius mengelola blog dan baru kenal yang namanya blogwalking dan menjalin pertemanan dengan kawan blogger, baruย  pada akhir tahun 2009, yaitu sejak blog OBS dibuat.

Baru terasa nge-blog ya sejak OBS dibuat itu. ย Masih pas lah kalau saya bilang saya memulai blogging sejak tahun 2009 akhir, yaitu sejak blog OBS dibuat. Jadi, boleh dong kalau saya menganggap saya ini masih newbi. Baru setahun nge-blognya, kawan ๐Ÿ™‚

Nah, inilah sedikit lika-liku pengalaman dan pembelaran yang bisa dibagi dari seorang blogger pemula yang medua. Sebagai blogger sekaligus sebagai pebisnis online.

Artikel ini ditulis dalam rangka mengikuti Kontes Menulis Blog IwanKus.com.

Salam Bahagia,
Octa Dwinanda

NB : Bagi yang ingin ikutan kontes yang diadakan oleh mas Iwan Kus, silahkan lihat informasinya disini.

Please follow and like us:

17 thoughts on “Dualisme Seorang Blogger”

  1. trims banyak mas
    akhirnya tampil juga ๐Ÿ˜‰

    wow ternyata sejak 2005 ya
    saat itu saya malah belum kenal internet hahaha

    hmmm saya cek persyaratan dah dipenuhi semua
    jadi…

    selamat berlomba ya mas

    1. saya buat artikel ini, seminggu sebelum lebaran loh mas…..
      mudah-mudahan bisa menang….. ๐Ÿ™‚

  2. enaknya jadi newbie terus-terusan….
    meskipun sudah baca sana-sini, awal ngeblog tetep aja banyak kurang paham, mas. Walhasil, arah dan tujuan juga ikut berproses seiring meningkatnya pemahaman.

    1. betul mas… sampai sekarang pun saya masih terus berproses. Tidak tahu kedepannya pandangan saya teradap dunia blog seperti apa…..

  3. ibarat kata dibolehkan ngasih kritikan buat mas octa… saya pengen bahas yang nomor 2 tuh… yang pemilihan nama domain…. eh tahunya mas octa sudah sadar sendiri….. betapa kekuasaaan penuh akan jadi milik kita, kalau nama domainnya adalah nama kita sendiri…… gw ya gw !!!! gurakrak !

    1. betul…. siapapun boleh kasih kritikan untuk saya dan blog ini. bukan hanya boleh mas, malah fardhu…. atau paling tidak fardhu kifayah lah…. :sip:

    1. soalnya gaulnya langsung sama blogger sih, jadi langsung ngeblog ya mas…

      saya maunya terus dibilang newbi aja mas, biar ga berhenti belajarnya ๐Ÿ™‚

    1. hehe….. saya laki-laki tulen mas Rahmat. Kok di panggil mba…. ๐Ÿ™‚
      justru saya yang mesti belajar ke mas Rahmat nih. Blognya aja tentang SEO.

      salam kenal juga mas Rahmat…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *