Cerita Dibalik Bazar

Minggu 24 Maret 2012, saya dan istri  mengikuti bazar  acara kenaikan kelas keponakan saya.  Dengan persiapan seadanya, kami sukses mengikuti bazar tersebut sampai acara selesai. Kenapa saya bilang seadanya karena memang, Abang saya, ayah dari keponakan saya itu, baru memberi tahu kami tentang bazar ini sore sehari sebelum hari H. Itu pun karena lapak yang sebelumnya sudah dipesan untuk stand TK Khalifah, bisnis orang tua, tidak jadi digunakan karena sesuatu hal.

Dengan waktu yang minim, kami harus mempersiapkan segalanya. Ada 2 produk yang akan kami tawarkan, yaitu Produk Kesehatan Herbalife dan Jam Tangan Slapia. Kami harus menyiapkan banner untuk promo timbang gratis berikut brosur, dan brosur promo untuk jam tangan SLAPIA. Untuk banner timbang gratis, saya minta kepada sponsor saya. Dia bersedia membantu, tapi karena memang keterbatasan “alat perang” yang dia punya, kami hanya mendapatkan poster produk yang isinya tidak ada keterangan timbang gratis sama sekali, padahal disitu kuncinya 🙂 . Itu pun baru bisa diambil pagi hari. Kemudian untuk brosur jam tangan SLAPIA, saya membuatnya juga seadanya. Hanya dengan kertas A4 dan printer berwarna. Hasilnya lumayan lah…. Intinya poko’e serba terburu-buru deh….

Esok harinya dengan perlengkapan seadanya itu, kami siap untuk berperang. Kalau saya pribadi, sudah biasa melakukan hal-hal seperti ini waktu di Pontianak dulu. Tapi, untuk istri saya, ini adalah kali pertamanya berjualan langsung di keramaian – biasanya hanya melalui BBM.

Sebenarnya bazarnya tidak seperti yang diharapkan, pengunjungnya terlalu sedikit menurut saya . Tapi memang sebanding sih, lah sewa lapaknya aja cuma Rp 75.000…. hehe. Tapi alhamdulillah  tetap ada hasilnya, 2 orang  membeli produk sekaligus jadi member dan 1 orang akan di-follow up.

Calon member yang satu, punya keluhan cepat lelah dan sering sakit kepala. Saya ceritakan, dulu saya juga seperti itu, tapi setelah mengkonsumsi herbalife, badan jadi tidak gampang loyo dan sudah jarang pusing. Calon member yang satunya lagi, dia punya masalah dengan berat badan. Dia cerita, dulu dia bekas atlit bela diri skala nasional. Tapi setelah berhenti jadi atlit, lalu berkeluarga, hamil dan melahirkan 6 orang anak, berat badannya menjadi tidak terkontrol, jauh melebihi berat badan normal. “Dulu berat badan saya juga berlebih, bu”, saya melanjutnya setelah dia selesai bercerita. Tapi setelah konsumsi herbalife selama kurang lebih 3 bulan, berat badan saya turun 15 kilo. Ya, itulah yang saya lakukan dalam menjalankan bisnis kesehatan ini. Hanya bercerita, bercerita dan bercerita.  Simple, Fun and Magical.

Sekitar jam 12 siang, arena bazar sudah mulai sepi, satu persatu lapak-lapak mulai digulung, termasuk lapak kami. Hanya terlihat ada satu lapak baju muslimah yang tetap pada tempatnya. Hhhhmmmmm, beginilah seharusnya ketika menjemput rezeki, pikir saya. Sampai titik darah penghabisan… 🙂

Selesai sudah cerita bazar pertama kami. Cerita ini diakhiri dengan pesanan 1 buah SLAPIA NEO warna abu-abu, satu hari setelahnya, oleh seorang ibu yang anaknya membawa pulang brosur kami pada saat bazar. Rezeki memang sering datang dari arah yang tidak dikira, yang penting tetap berusaha.

Salam Bahagia,
Octa Dwinanda

One thought on “Cerita Dibalik Bazar”

  1. 😀

    ikuti bazar RAMADHAN FAIR!!27 juli – 18 agustus 2012
    LOKASI di masjid nurul badar pasarminggu.
    BAZAR AND EXHIBITION,: LUKISAN KALIGRAFI,BUKU ISLAM, PAKAIAN DAN MAKANAN
    harga stand fashion 200/hari, untuk makanan 75/hari (bisa di bicarakan kembali saat serius ingin mengikuti bazar)
    booth : 3×3
    : ID card 4 buah/ tenant
    : penerangan
    : flooring carpet
    bisa hubungi ke lintang.kartika@gmail.com / 081314338078 (sms)

Leave a Reply to LINTANG Cancel reply