Pemantasan Diri Untuk Mendapatkan Jodoh Terbaik

Pemantasan Diri  Sejak Dini

Tulisan ini merupakan sambungan dari tulisan saya terdahulu yang berjudul: Kunci Jodoh – Yakini, Insya Allah Jodoh yang Terbaik Untukmu Akan Datang. Di akhir tulisan saya menjanjikan untuk membahas kelanjutannya, yaitu tentang Pemantasan Diri dan Promosi Diri. Tapi, kali ini hanya membahas tentang pemantasan diri, untuk pembahasan promosi diri, akan saya bahas di kesempatan lain.

Sebelum berlanjut, silahkan baca terlebih dulu tulisan saya tentang Kunci Jodoh diatas ya.

Sesuai dengan apa yang telah saya tuliskan sebelumnya, bahwa pemantasan diri adalah usaha kita meningkatkan kualitas diri untuk mendapatkan pendamping hidup  yang terbaik menurut Allah SWT. Ini yang mesti jadi patokan: Kalau kita mau mendapatkan calon pendamping hidup yang sholehah, maka sholehkan dulu diri kita. Ingat ya, fokus saja pada kesholehan diri kita dengan usaha memantaskan diri berkesinambungan. Sekali lagi saya tekankan, fokus pada diri, bukan pada diri orang yang kita harapkan menjadi jodoh/pasangan hidup kita. Continue reading Pemantasan Diri Untuk Mendapatkan Jodoh Terbaik

Mau Mengubah Dunia, Ubahlah Diri Sendiri Dulu

Beberapa pedagang asongan sedang asik melepas lelah di halte bis yang terlihat kumal sambil berbincang-bincang. Sebut saja Mike, berkali-kali dia tampak geram ketika bercerita tentang anggota dewan yang melakukan tindak pidana korupsi. “Uh, enak aja tuh si Bapak ngambil uang rakyat, ga mikirin kita-kita yang hidup susah,” Mike menggerutu. ” Gimana mau maju nih Indonesia,” Mike menutup umpatannya. Di lain waktu, hampir saja  Mike menubruk seorang gadis yang sedang melintasi zebra cross. Jelas ini adalah kesalahan Mike karena dengan sengaja menerobos lampu merah.

Di lain tempat ada seorang ibu, Yuni panggilannya, menggerutu karena harga bahan kebutuhan pokok meningkat. Dengan kesalnya dia mengumpat, “Dasar pemerintah, ga becus ngurus negara”. Di situasi yang berbeda, Yuni dan teman-temannya jalan-jalan di mall. Disebuah kios tas, Yuni berhenti untuk sekedar melihat-lihat. Ada satu tas yang menarik di hatinya. Akhirnya tanpa berpikir panjang, dia beli tas itu. Continue reading Mau Mengubah Dunia, Ubahlah Diri Sendiri Dulu

Halal bi Halal Sarana Untuk Saling Bersilaturrahim dan Bermaaf-maafan

Tepat pukul 9.30, saya dan teman kantor satu ruangan bergerak menuju lantai 5. Sesampainya di tempat, sudah banyak orang yang berkumpul. Ada yang sudah duduk di kursi yang telah  disediakan di dalam ruangan. Ada yang masih berdiri di depan pintu ruang rapat besar- tempat acara – sambil bersenda gurau dengan kawan sejawat yang mungkin baru hari itu bertemu setelah libur lebaran kemarin.

Tidak beberapa lama semua orang masuk ke dalam ruangan karena acara akan dimulai. Ya, hari itu tanggal 29 Agustus 2012, ada acara halal bi halal besar di kantor saya. Sebelumnya acara halal bi halal kecil sudah dilaksanakan di hari pertama masuk kerja. Tapi mungkin karena masih ada yang masih cuti dan kali itu direncakan juga akan mengundang para pensiunan, acara silaturrahmi ini diadakan kembali. Tentunya dengan konsep yang lebih lengkap, dengan menghadirkan ustadz untuk memberikan tausyiah. Continue reading Halal bi Halal Sarana Untuk Saling Bersilaturrahim dan Bermaaf-maafan

Tragedi Loper Koran

Laju motor Yamaha Jumiter MX saya hentikan. Ketika melihat kebelakang, bapak loper koran itu sudah jatuh tersungkur dan sedang ditolong oleh orang-orang disekitarnya. Dengan berlari kecil, saya hampiri kerumunan itu. Sedikit terlintas di kepala, apakah saya akan dikeroyok oleh orang-orang itu. Tapi karena memang saya yang salah, dengan sedikit waspada, saya tetap mendekati bapak itu.

“Saya kan sudah jalan dipinggir”, dengan nada membentak bapak loper koran itu berkata sesaat setelah saya berada didekatnya. Dengan perasaan bersalah, saya meminta maaf. Saya jelaskan ketika itu sedang terburu-buru. Saya harus mengantarkan pesanan orang pagi itu, sementara itu saya harus segera mengejar absen finger print  tepat jam 7.30. Sebenarnya ini tidak perlu terjadi seandainya saya bisa berangkat lebih pagi. Ya, memang ini kesalahan saya. Sekali lagi saya mengucapkan maaf dan terus mengulanginya sampai akhirnya bapak itu mulai reda amarahnya dan orang-orang disekitar satu persatu mulai menyingkir. Continue reading Tragedi Loper Koran

Tulisan Features Pertamaku

Sekumpulan titik titik air yang turun berbarengan dari langit membuat langkah ku terhenti untuk segera pulang. Malam itu memang tidak seperti biasanya. Hujan yang sudah lama tak turun, hari itu turun dengan lembutnya membasahi setiap jalan yang akan ku lewati.

Aku hanya bisa menunggu di pelataran gedung tempat ku bermain dengan lempengan-lempengan besi bertuliskan 5 kg, 10 kg, dan lainnya. Ya, kegiatan yang harus aku sempatkan untuk membuat tubuh ku tetap bugar dan berat badan tetap terjaga, tentunya selain mengkonsumsi makanan kesehatan rekomendasi dari peraih nobel di bidang kedokteran, Dr. Louis Ignaro. Continue reading Tulisan Features Pertamaku

Cerita Dibalik Bazar

Minggu 24 Maret 2012, saya dan istri  mengikuti bazar  acara kenaikan kelas keponakan saya.  Dengan persiapan seadanya, kami sukses mengikuti bazar tersebut sampai acara selesai. Kenapa saya bilang seadanya karena memang, Abang saya, ayah dari keponakan saya itu, baru memberi tahu kami tentang bazar ini sore sehari sebelum hari H. Itu pun karena lapak yang sebelumnya sudah dipesan untuk stand TK Khalifah, bisnis orang tua, tidak jadi digunakan karena sesuatu hal.

Dengan waktu yang minim, kami harus mempersiapkan segalanya. Ada 2 produk yang akan kami tawarkan, yaitu Produk Kesehatan Herbalife dan Jam Tangan Slapia. Kami harus menyiapkan banner untuk promo timbang gratis berikut brosur, dan brosur promo untuk jam tangan SLAPIA. Untuk banner timbang gratis, saya minta kepada sponsor saya. Dia bersedia membantu, tapi karena memang keterbatasan “alat perang” yang dia punya, kami hanya mendapatkan poster produk yang isinya tidak ada keterangan timbang gratis sama sekali, padahal disitu kuncinya 🙂 . Itu pun baru bisa diambil pagi hari. Kemudian untuk brosur jam tangan SLAPIA, saya membuatnya juga seadanya. Hanya dengan kertas A4 dan printer berwarna. Hasilnya lumayan lah…. Intinya poko’e serba terburu-buru deh…. Continue reading Cerita Dibalik Bazar