Lirik Lagu Number One For Me – Mendidik Anak Dengan Senyuman

lirik-number-one-for-meSeorang ibu terkejut ketika melihat anak semata wayangnya memegang kain putih yang sedang dijemur dengan kedua tangannya yang penuh lumpur. Kain putih sepertinya sebuah sprei menjadi sangat kotor berlumuran lumpur. Hanya sesaat saja dia terlihat geram. Setelah itu sang ibu hanya tersenyum memandangi anaknya yang kira-kira masih berumur lima tahun.

Tidak hanya itu. Berulang-ulang sang anak membuat ibunya kesal. Berkali-kali pula sang ibu mengakhirinya dengan seyuman. Singkat cerita, si anak beranjak dewasa dan tumbuh menjadi pribadi yang hormat dan sayang kepada ibunya. Continue reading Lirik Lagu Number One For Me – Mendidik Anak Dengan Senyuman

Please follow and like us:

Berkeluarga itu Harus Hidup dalam Satu Atap

Wah, sudah lama juga nih tidak update artikel. Beberapa bulan ini memang lagi ga mood. Biarin aja deh si Mood ini saya jadikan kambing hitam… hehe

Mau sedikit curhat dan berbagi aja nih… 🙂

Sejak saya belum menikah, saya punya prinsip bahwa ketika saya menikah nanti bagaimana pun caranya, istri harus ikut dengan saya, artinya suami dan istri itu harus hidup dalam satu atap. Sampai sekarang prinsip itu tetap saya pegang erat-erat. Tapi yang terjadi sekarang, sudah lebih 2 bulan, saya harus hidup sendiri, jauh dari istri dan anak. Hanya satu bulan sekali saya pulang ke Bekasi untuk bertemu kangen dengan mereka, berhubung karena terlalu berat bagi saya untuk bisa pulang lebih sering dari itu.

Lalu, kemana prinsip yang dulu saya pegang ? Prinsip itu masih saya pegang erat-erat, kawan ! Continue reading Berkeluarga itu Harus Hidup dalam Satu Atap

Please follow and like us:

21 Juli Empat Tahun yang Lalu

Ada apa 21 Juli empat tahun yang lalu ? Tepatnya 21 juli 2007, sekitar jam 9 pagi, saya melakukan ijab kabul dihadapan penghulu, orang tua dan para undangan.

Ya, hari ini tepat 4 tahun usia pernikahan kami. 4 Tahun  saya menjalani hidup satu atap, walaupun masih atap rumah kontrakan dan rumah mertua, dengan seorang wanita yang telah berjodoh dengan saya. Continue reading 21 Juli Empat Tahun yang Lalu

Please follow and like us:

Shalat Jum’at Pertama Haykal

Di suatu hari jum’at tahun 2011 adalah pertama kalinya Haykal saya ajak sholat Jum’at di Masjid.

Seperti biasa, kemanapun Haykal saya ajak keluar dengan motor, selalu disambut dengan keriangan. Pokoknya naik motor. Walaupun hanya bolak balik di dalam gang.

Apalagi kemarin ketika di ajak sholat jum’at. Sebenarnya mungkin dia tidak terlalu tertarik sholat juma’atnya. Tapi yang membuat dia semakin excited adalah persiapan sebelumnya. Dimulai dari mengenakan seragam baju koko dan membawa sejadah kecilnya. Continue reading Shalat Jum’at Pertama Haykal

Please follow and like us:

Mendidik Dengan Kesabaran

Menurut saya, salah satu elemen penting sifat manusia yang akan membawa kesuksesaan adalah sifat sabar. Apapun peristiwa yang menyenggol wilayah emosi kita, harus kita sikapi dengan kesabaran. Termasuk juga dalam hal mendidik anak.

Mungkin banyak orang tua termasuk saya yang bertanya, bagaimana sih mensikapi anak yang “nakal”, bagaimana sih menyuruh anak agar mau mengerjakan PR sekolahnya, bagaimana sih menyuruh anak agak mau menyikat giginya dan lain-lain. Pertanyaan-pertanyaan itu mungkin saja muncul akibat dari kebingungan orang tua bagaimana lagi menyikapi anak-anak yang susah diatur.

Haykal… Continue reading Mendidik Dengan Kesabaran

Please follow and like us:

Belajar Dari Anak

Seperti biasa, setiap saya pulang dari kantor, putra pertama saya, Haykal, selalu teriak-teriak menyambut ayahnya, “Ayah.. ayah..”. Itulah salah satu kebagian yang dimiliki seorang ayah. Ketika lelah, sampai dirumah disambut oleh putra-putrinya. Serasa hilang semua lelah seketika itu juga.

Pernah sekali waktu, saya pulang dari kantor dan seperti biasa selalu disambut dengan penuh kehangatan oleh Haykal, saya lansung menggeletakkan begitu saja sepatu saya di dekat pintu masuk. Saking lelahnya (padahal sih seringnya memang begitu… hehe). Eh, Haykal dengan sigap langsung menarik tangan ayahnya sambil berkata, ” Ayah, talo nini.. talo nini Ayah”. Maksudnya taruh sini ayah, sambil menunjuk ke arah rak sepatu.

Waduh, saya terperanjak saat itu juga. Anak sekecil itu sudah mengajarkan ayahnya untuk selalu meletakan sepatu di rak sepatu. Padahal saya sendiri tidak pernah mengajarkan secara langsung untuk menaruh sepatu atau sandal di rak yang sudah disediakan. Pikiran saya menerawang sejenak mencari tahu dari mana Haykal dapat pembelajaran ini, sampai-sampai membuat ayahnya sedikit “malu” karena perbuatannya sendiri. Continue reading Belajar Dari Anak

Please follow and like us: