Pendidikan Seksual pada Anak dan Internet Baik

Sabtu, 26 November 2016, Komunitas Sekolah Alam Indonesia Palembang mengadakan pengajian bulanan yang kali ini mengkaji tentang pedidikan seksual pada anak dan internet baik. Pengajian bulan ini terasa berbeda, karena jumlah yang hadir cukup banyak, tidak seperti bulan-bulan sebelumnya. Perkiraan saya ada sekitar 40-50 orang tua siswa yang hadir.

Di undangan tertulis, acara dimulai pukul 09.00. Namun, saya baru bisa hadir pukul 09.20. Alhamdulillah, saya tidak terlalu ketinggalan, karena sesampainya di sekolah alam, MC baru saja membuka acara. Continue reading Pendidikan Seksual pada Anak dan Internet Baik

Sayang Anak, Tapi Justru Mendzolimi

Sudah sepantasnya orang tua itu harus sayang kepada anak-anaknya. Namun, banyak orang tua yang tidak mengerti bagaimana cara yang tepat menyayangi anak. Begitulah yang disampaikan oleh narasumber, ketika saya mengikuti acara seminar parenting di sekolah TK anak kedua saya, TK Khalifah Jakarta I Duren sawit.

Banyak orang tua yang mengklaim bahwa mereka sangat menyayangi anak-anaknya. Segala keinginan yang diminta oleh anak-anaknya pasti dipenuhi. Mau mainan, dikasih. Mau sepatu baru, dikasih. Mau gadget, dikasih. Kurang apalagi coba? Padahal bisa jadi orang tua yang seperti itu hanya ga mau repot aja. Karena kesibukan orang tua, mereka menggunakan cara mudah agar kesibukannya tidak bertambah. Dibelikan saja semua apa yang diminta anak, supaya anak bisa asik sendiri, sehingga tidak lagi merepotkan orang tua. Ga perlu berlelah-lelah lagi mengajak anak bermain. Ga perlu lagi perpanjang-panjang kata berkomunikasi dengan anak. Continue reading Sayang Anak, Tapi Justru Mendzolimi

Tips Membangunkan Anak di Pagi Hari

Sudah baca tulisan saya beberapa waktu lalu? Seperti yang saya ceritakan di tulisan tersebut bahwa saya punya kebiasaan baru. Salah satunya adalah membangunkan anak di pagi hari.

Menurut saya membangunkan anak itu punya seni tersendiri. Perlu keahlian khusus. Tujuannya adalah bagaimana cara kita membangunkan anak tidak sampai membuat anak menangis/merengek. Belum lagi masih ada sederetan kegiatan lain di pagi hari yang menyusul untuk dikerjakan. Kalau saja kegiatan ini tidak berjalan mulus bisa jadi semuanya menjadi berantakan dan memperkeruh keadaan (jiaah lebay… hehe). Mandi menjadi telambat, berangkat sekolah menjadi telat. Ujung-ujungnya saya pun harus menanggung resiko telat sampai di kantor. Continue reading Tips Membangunkan Anak di Pagi Hari

Babak Baru, Kebiasaan Baru

Sudah sekitar 2 bulan terakhir ini, saya memiliki kebiasaan baru. Setiap hari senin sampai dengan jum’at, saya harus mengantar anak sekolah. Ya, anak pertama saya tahun 2014 ini sudah masuk sekolah dasar setelah beberapa waktu sebelumnya lulus dari TK Khalifah Duren Sawit.

Sebelum mengantar anak sekolah, ada ritual yang memerlukan keahlian yang cukup tinggi, yaitu membangunkan anak… Hehehe… Iya bener, salah-salah membangunkan, bukannya bangun, tapi malah nangis dan kemudian tidur lagi… Hahaha. Tapi disitulah seninya. Ketika kita berhasil membangunkan anak tanpa ada tangisan, berarti kita lulus melewati babak pertama. Continue reading Babak Baru, Kebiasaan Baru

Berikan yang Terbaik Untuk Anak

Beberapa waktu lalu, saya berkunjung ke rumah seorang ustadzah. Kami janji bertemu untuk membahas bisnis mie sehat organik yang baru dirintisnya. Kedatangan saya ke sana untuk mengetahui lebih jauh tentang produknya lebih detil. Informasi yang saya dapat nantinya akan saya bawa ke teman saya yang kebetulan punya kenalan orang yang punya jasa bisnis retail. Nah, rencananya saya mau bantu bisnis ustadzah supaya produk mie sehat organiknya bisa masuk ke jaringan bisnis retail kenalan teman saya itu.

Oiiaaa…. ustadzah ini guru ngaji istri saya. Continue reading Berikan yang Terbaik Untuk Anak

Lirik Lagu Number One For Me – Mendidik Anak Dengan Senyuman

lirik-number-one-for-meSeorang ibu terkejut ketika melihat anak semata wayangnya memegang kain putih yang sedang dijemur dengan kedua tangannya yang penuh lumpur. Kain putih sepertinya sebuah sprei menjadi sangat kotor berlumuran lumpur. Hanya sesaat saja dia terlihat geram. Setelah itu sang ibu hanya tersenyum memandangi anaknya yang kira-kira masih berumur lima tahun.

Tidak hanya itu. Berulang-ulang sang anak membuat ibunya kesal. Berkali-kali pula sang ibu mengakhirinya dengan seyuman. Singkat cerita, si anak beranjak dewasa dan tumbuh menjadi pribadi yang hormat dan sayang kepada ibunya. Continue reading Lirik Lagu Number One For Me – Mendidik Anak Dengan Senyuman