Bukber Iluni SDM 24 Angkatan 91 di Ayam Goreng Suharti Rawamangun

Bertahun-tahun saya lalu lalang di depan rumah makan Ayam Goreng Suharti Rawamangun di Jalan Pemuda Nomor 3A, tapi baru beberapa waktu lalu saya masuk ke dalamnya dan mencicipi rasa ayam gorengnya. Ternyata ayamnya ueenakkk banget. Daging ayamnya yang lembut ditambah taburan kremes membangkitkan selera makan saya pada saat berbuka puasa. Ya, memang ada acara penting kenapa saya akhirnya masuk ke rumah makan Ayam Goreng Suharti Rawamagun. Ikatan Alumni SD Muhammadiyah  24 Angkatan 91 mengadakan acara berbuka puasa bersama (bukber) pada hari ke 21 ramadhan, minggu 20 Juli 2014.

Teman-teman yang hadir pada saat itu lumayan banyak, walaupun tidak sebanyak pada saat acara halal bi halal yang diadakan di aula SD Muhammadiyah 24 pada tahun 2013 lalu. Ada sekitar 20 orang yang hadir, dihiasi oleh muka-muka lama (teman-teman yang sering ngumpul) dan wajah-wajah baru yang baru kali itu hadir setelah 17 tahun lulus SD.

Dari muka-muka lama yang hadir, diantaranya ada: Ati, Dewi, Dini, Andam, Leni, Bayu, Yusuf, Dimas, Aditya Rahman, Edo, Boy, Juniariko, Agung Wibisono dan saya sendiri Octa/Nanda. Diantara wajah-wajah baru, ada: Isranuddin, Merryani Syam, Muhammad Fachri, Arif Riva, Aditya Nugraha, dan Novrina Sari. Yang membuat acara tambah rame adalah ada beberapa teman yang membawa anak dan suaminya, bahkan neninya. Dari semua waja-wajah baru, yang bener-bener 17 tahun ga ketemu itu, Isra, Arif Riva, Merry, dan Sari.

Saat masuk ke rumah makan Ayam Goreng Suharti Rawamangun, sudah banyak teman yang hadir. Sekitar 30 kursi yang di-booking hampir semua terisi penuh. Hidanganpun sudah tertata di atas meja. Gelas kaca berisi teh tawar hangat berdiri di sela-sela piring-piring berisi makanan khas Ayam Goreng Suharti Rawamangun. Ayam goreng kremes, ikan asam manis, cah kangkung, dan beberapa sayur lainnya menjadi pilihan mpok Ati (sebagai seksi repot) untuk santapan berbuka.

Tidak lama setelah saya sampai di rumah makan, azan magrib berkumandang. Setelah meneguk air teh hangat dan makan sebutir kurma, saya bersama teman-teman pria ngeluyur ke musholah yang berada di belakang parkiran rumah makan. Sesaat sebelum saya dan teman-teman keluar dari pintu samping rumah makan menuju musholah, Arif Riva yang masih duduk santai menikmati segelas teh tawar bergumam, “Senang gw nih punya teman-teman yang sholatnya tepat waktu” (eh.. begitu bukan ngomongnya rif?)  Sehabis sholat, di luar musholah saya bertemu dengan Ferri – panggilan fachri waktu SD – yang terlihat lebih sehat dibandingkan waktu terakhir kita ketemu di rumah orang tuanya di bilangan Jakarta Timur Duren Sawit, Komplek Bumi Malaka Asri… hehe.

Setelah sholat, acara berlanjut dengan makan-makan bersama. Saat sedang makan sambil bersenda gurau, ada beberapa teman yang akhirnya muncul. Ada didit – panggilan untuk Aditya Nugraha  – yang hadir dengan putranya. Kemudian hadir juga Adithia Rahman dengan topi kebanggaannya, berbarengan dengan dimas yang menggendong anak kesayangannya (camera SLR – red) yang selalu dibawa kalau ada acara kumpul seperti ini.. hehe. Kemudian hadir juga Edo yang disambut histeris oleh wanita-wanita penjajah pria… halaahh :). Yang terakhir datang kalau tidak salah, Sari dengan tampilan serba kasual.

Banyak yang menjadi bahan obrolan diantara teman-teman. Ya, kalau di acara kumpul-kumpul teman lama, apalagi kalau ga ngomongin masa lalu. Masa lalu memang selalu hangat untuk dibicarakan di kala kita sudah lama tak bersua, di kala masing-masing dari kita sudah berkeluarga dan mempunyai anak yang lucu-lucu. Eh… ngomong-ngomong masalah berkeluarga, mari kita doakan untuk dua orang teman kita yang katanya akan segera menikah. Sebutin namanya ga nih? Sebutin aja ya biar afdol doanya, namanya Leni dan Edo. Kata Edo, insya Allah tahun ini akan melepas keperjakaannya. Kalau Leni, insya Allah tahun depan katanya. Semoga dipermudah jalannya, my pren. Kalau boleh menyarankan, disegerakan saja dan jangan ditunda-tunda 🙂

Selain obrolan masa lalu, ada diantara teman-teman yang membicarakan tentang pekerjaannya. Ada pula yang bercerita tentang bisnisnya. Bahkan ada pula yang curhat tentang usahanya menurunkan berat badan dan akhirnya kembali gemuk… hehe (Nanti kita lanjutkan pembicaraan kita bro Arif Riva).

Suana hangat dan bersahabat berlangsung hingga penghujung acara. Waktunya untuk saweran. Masing-masing orang nyawer sebesar Rp 50.000,- . Ditambah dengan DP untuk booking tempat  yang sebelumnya sudah dikumpulkan, jadi totalnya Rp100.000,- untuk masing-masing orang.

Setelah selesai urusan nyawer, waktunya foto bersama. Parkiran rumah makan Ayam Goreng Suharti Rawamangun menjadi spot yang dipilih untuk berfoto bersama. Masing-masing mengeluarkan pose andalannya. Suami dini yang siap dimintakan tolong untuk mengambil foto, sudah siap berdiri agak jauh dari gerombolan alumni SD Muhammadiyah 24 Angkatan 91.

Setelah berpose ria, satu per satu dari kami pun pamit pulang. Sebelum pulang, masih terlihat sekumpulan teman-teman yang serius mendengarkan Sari yang berdiri ditengah-tengah. Penasaran apa yang sedang dibicarakan, saya pun mendekat. Ternyata obrolan HOT menjadi topik pembicaraan. Semoga laris dangannya ya Sar… hehe.

Sekian laporan pandangan mata. Semoga sudah terangkum semua di atas. Terima kasih kepada Siti Rahmawati (Ati) yang mau repot untuk booking tempat, dan terima kasih kepada seluruh teman-teman yang hadir. Semoga pertemuan kita diberi keberkahan dan akan terus ada pertemuan-pertemuan selanjutnya.

Mengingatkan apa yang pernah pak Nasir ( Ketua Dikdasmen Muhammadiyah Balai Pustaka)  katakan pada saat halal bi halal tahun 2013, semoga pertemuan ini tidak hanya sekedar pertemuan saja, tapi ada hal yang bisa kita lakukan lebih dari itu yang bermanfaat buat kita para alumni SD Muhammdiyah 24, sukur-sukur bisa bermanfaat juga untuk yang lain. Kalau boleh menyarankan, kita buat event yang tidak hanya kita yang hadir, tapi bisa juga melibatkan pihak lain. Misalnya, berkunjung ke panti asuhan, acara bakti sosial, sahur on the road, dll.

Satu lagi, mungkin ini suara hati dari sebagian alumni SD Muhammadiyah 24 Angkatan 91 yang tidak bisa hadir. Ketidakhadiran mereka mungkin karena tempat ngumpulnya jauh dari tempat tinggal mereka. Lain waktu, mungkin ngadain acaranya di daerah lain. Kita ramai-ramai ke cirebon naik kereta misalnya (nyolek Agung)… hehe.

Salam Bahagia,
Octa Dwinanda

Leave a Reply