Berbisnis Dengan Modal Kejujuran

Beberapa waktu yang lalu, pertengan bulan Juli 2010, sepulang dari kantor, saya sempatkan untuk mampir ke kedai teman saya. Ya, salah satu teman satu komunitas yang sudah action memulai usaha mungkin sejak 3 atau 4 bulan yang lalu.

Kebetulan kedainya itu sejalan dengan arah pulang. Niatnya sih hanya mampir sebentar. Sekedar ingin bertanya-tanya seputar bisnis dan perkembangan usahanya.

Sedikit cerita tentang kedai punya teman saya ini. Di awal usahanya, belumlah berbentuk sebuah kedai, hanya sebuah boots frenchise teh. Ya, hanya sebuah boots berwarna paduan kuning dan hijau yang hanya diletakkan didepan sebuah kios parfume.

Sekarang, boots itu sudah berkembang menjadi sebuah kedai teh yang dilengkapi layanan hotspot. Jangan bayangkan kedai itu sebuah tempat yang dilengkapi dengan meja-meja dan kursi-kursi yang tersusun rapih, tapi hanyalah sebuah kios berukuran 3 kali 5 meter. Itupun hanya sebagian saja yang dimanfaatkan sebagai kedai. Meja yang adapun hanya berupa meja duduk yang hanya cukup meletakkan sebuah laptop, mouse dan sedikit ruang untuk meletakkan segelas teh yang jumlahnya hanya sekitar 6 sampai 8 buah.

Perkembangan usaha yang lumayan cepat saya pikir. Hanya dalam waktu kurang dari dua bulan yang berawal hanya dari satu buah boots, sekarang sudah seperti itu.

Yang istimenya lagi bukan saja hanya dari perkembangan usahanya yang cukup pesat, tapi juga dari usaha teman saya dalam melobi investor untuk berinvestasi di bisnisnya.

Kalau sudah bisa membuat investor mempercayakan uangnnya untuk dikelola dalam sebuah bisnis, pastinya unsur “KEPERCAYAAN” menjadi poin utama. Padahal dia hanyalah seorang mahasiswa yang belum punya pengalaman bisnis yang mumpuni, tapi kenapa ada orang yang berani “mengorbankan” modalnya untuk diinvestasikan dalam bisnisnya. Ya, dengan bermodal kredibilitasnya sebagai seorang mahasiswa yang bisa dipercaya, ternyata bisa membuat orang “merelakan” uangnya untuk dikelola dalam bisnis.

Ini membuktikan bahwa pengalaman bisnis tidak menjadi pertimbangan utama seseorang dalam memutuskan untuk berinvestasi didalam sebuah bisnis. Tentunya orang akan lebih memilih untuk menginvestasikan uangnya kepada orang yang bisa dipercaya dibandingkan dengan orang yang hanya sekedar yang berpengalaman dalam bisnis. Tapi tentunya orang yang bisa dipercaya dan punya pengalaman bisnis lebih utama.

Cerita teman saya diatas mungkin bisa jadi inspirasi buat kawan-kawan bahwa tidak selamanya memulai bisnis itu harus dengan uang. Tapi kredibilitas diri sebagai orang yang bisa dipercaya bisa jadi modal awal. Jadi, dari pada pusing mikirin modal yang mungkin tak kunjung terkumpul, lebih baik dari sekarang membangun kredibilitas diri sebagai orang yang bisa dipercaya.

Salam Bahagia
Octa Dwinanda

——————————————————————————————-

ViralGen Referral Shopping

30 thoughts on “Berbisnis Dengan Modal Kejujuran”

  1. Setuju banget Pak. Modal ini yang mungkin masih sering diabaikan oleh para pebisnis ataupun calon pebisnis. Ketika kita sekali ketahuan berbuat tidak jujur, habislah bisnis kita. Paling tidak, kita akan kehilangan banyak calon pembeli 🙁

    1. ada pepatah, “sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tidak percaya”…. yang artinya “sekali berbuat tidak jujur, pelanggan pada kabur“… 🙂

    1. setuju mas…
      banyak orang yang berlaku tidak jujur dengan harapan mendapatkan untung besar… Kok ga sadar ya, rezeki itu kan Tuhan yang kasih…..

    1. ya… jadi kalau mau belajar berbisnis, langsung saja belajar pada ahlinya, yaitu Rasulullah SAW

  2. Kejujuran memang modal utama dalam bisnis apa pun. Mengenai kejujuran ini Allah pun sangat menekankannya, bahkan mengabarkan sebuah “kecelakaan” bagi pebisnis yang tidak jujur. Dalam surat Al Mutaffifin misalnya 😀

    1. kok dicoba mas…. hehe
      langsung aja terjun…. 🙂
      eh.. iya makasih kang. bucilnya sudah saya terima

  3. mantap pak octa inspiring banget..
    Bisnis jika dimulai dengan KEJUJURAN hasilnya pasti bagus coz kredibilitas pasti ikut baik karena kepercayaan dalam bisnis sangat vital. Kepercayaan pelanggan hilang ancur deh 😛

  4. kejujuran seringkali tidak mudah dilihat, apalagi jika belum lama kenal. Berlandaskan mental jujur, ditambah penggunaan tools yg tepat, akan memudahkan komunikasi dalam bisnis dan memperkuat rasa saling percaya.

    1. tidak mudah dilihat… apalagi berbisnis di dalam dunia online… perlu waktu untuk membangun kepercayaan orang di dunia offline.. begitu ya mas

  5. salut saya sama teman anda itu mas.
    sudah berani memberi kepercayaan kepada investor dan berusaha untuk menjaganya dengan skill yang dipunyai. hebat!

    mas octa kapan nih? 😀

    1. sejauh ini hanya berani memulai bisnis dengan modal sendiri mas. Belum pede untuk mengelola duit orang lain…
      Tapi kalau dikasih amanat, insyaAllah saya pegang amanat itu mas…

  6. Jujur itu asyik dan menarik jika si pelaku benar2 menyadari dan mengetahui faedahnya. Tapi jujur dalam bisnis kadang sulit dipraktekkan oleh kebanyakan pihak karena mungkin takut merugi kali yach,…

    1. seadainya ada keyakinan bahwa yang memberi rejeki adalah Allah SWT, pastilah kita selalu berlaku jujur, walaupun merugi jadi taruhannya

  7. kenapa Rasulullah mendapat gelar al amin karena beliau orang yang sangat dipercaya, bukan hanya bagi orang muslim bahkan orang kafirpun percaya kepada beliau dalam hal perniagaan….sebuah pelajarn bagi kita untuk berlaku jujur….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *