Bekerja Sepenuh Hati Ketika Tak Sesuai Minat dan Bakat, Apa Bisa?

Bahagia rasanya apabila apa yang kita kerjakan sesuai dengan minat dan bakat yang kita miliki. Bekerja serasa bermain. Enjoy seperti anak TK yang sedang belajar di taman bermain. Walaupun belajar mereka tetap bergembira. Tidak ada beban yang harus dipikirkan. Dipikirkan pun tidak menjadi beban.

Lalu bagaimana ketika kita harus bekerja ditempat yang tidak sesuai dengan minat dan bakat? Bekerja jadi tidak optimal, setengah-setengah, tidak sepenuh hati.  Hasilnya pasti tidak memuaskan, biasa-biasa saja, bahkan mengecewakan.

Bagaimana solusinya?

Solusi terbaik menurut saya adalah keluar dari pekerjaan Anda sekarang, dan mencari pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakat Anda. Masalahnya adalah mencari pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakat itu ternyata sulit. Dapat pekerjaan saja suduh syukur.

Nah, terus apa dong solusinya? Ya mau bagaimana lagi… Kompor harus tetap ngebul. Mau ga mau kita harus tetap bertahan. Dan ketika harus bertahan kita harus dapat mulai menyukai pekerjaan kita sekarang. Kalau tidak, siap-siap saja konflik dan perang batin setiap hari. Ujung-ujungnya stress dan menurunkan semangat hidup.

Sudah berusaha menyukai tapi tetap saja ada ketidakpuasan batin. Ketika solusi pribadi dan pakar tidak dapat menyelesaikan permasalahan ini, mari kita kembalikan kepada Sang Pemilik Masalah dan Sang Pemilik solusi atas segala persoalan hidup manusia. Ya, kita kembalikan kepada Allah SWT.

Berdoa saja kepada Allah untuk selalu diberi ketenangan hati di tengah-tengah kesibukan diri. Ditengah-tengah kegalauan kita karena harus bekerja tidak sesuai minat dan bakat. Sesuai dengan apa yang pernah saya tuliskan di blog pribadi saya disini: Apa yang Anda Lakukan Ketika Galau?

Allahlah pemilik hati.. Dialah yang dengan mudahnya dapat membolak-balikkan hati manusia. Allahlah yang bisa membuat hati tetap tersenyum walaupun bibir cemberut. Allahlah yang bisa membuat kaki tetap melangkah walaupun kuku terluka.

Tetap semangat kawan… 🙂

Salam Bahagia,
Octa Dwinanda

NB: Tulisan ini pernah saya publish juga di kompasiana. Ini linknya: http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/10/08/bekerja-sepenuh-hati-ketika-tak-sesuai-minat-dan-bakat-apa-bisa-599574.html

3 thoughts on “Bekerja Sepenuh Hati Ketika Tak Sesuai Minat dan Bakat, Apa Bisa?”

  1. Fenomena ini – ketika diharuskan melakukan pekerjaan tak sesuai minat demi dapur yang harus ngebul – sepertinya bakal ada terus sepanjang hayat ya mas.
    Saya sendiri masih menyelami artinya dan sedikit demi sedikit mencari jalan ke arah sana (pekerjaan sesuai passion), dan istilah yang pernah diutarakan oleh Rene Suhardono, Your Job Is Not Your Career, mungkin lebih sreg.
    Ya, pekerjaan bukanlah karir. Pekerjaan hanya sekedar perangkat perusahaan yang membayar tagihan2 kita, sedang karir adalah tentang bagaimana kita mengembangkan diri pribadi menjadi lebih baik dari hari ke hari (be self-best). Dan semoga perjalanan ke depan membawa kita menemukan ‘sesuatu’ yang bisa mengisi ruang ‘passion’ dan menjadikannya ladang penghasilan. Amin 🙂

    1. makanya selalu ada saja ada orang yang bekerja sekaligus berkarir…. Bekerja di sebuah perusahaan swasta atau pemerintah dan berkarir secara part time dengan membuka bisnis sendiri yang sesuai dengan passionnya…. Bukan begitu mas?

  2. Hidup adalah pilihan, kalau sudah memilih a berarti harus bisa menyesuaikan diri, walau memang tidak semudah yg diharapkan. lagi2 harus kembali meminta bantuan Allah Swt

Leave a Reply to Darin Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *