Babak Baru, Kebiasaan Baru

Sudah sekitar 2 bulan terakhir ini, saya memiliki kebiasaan baru. Setiap hari senin sampai dengan jum’at, saya harus mengantar anak sekolah. Ya, anak pertama saya tahun 2014 ini sudah masuk sekolah dasar setelah beberapa waktu sebelumnya lulus dari TK Khalifah Duren Sawit.

Sebelum mengantar anak sekolah, ada ritual yang memerlukan keahlian yang cukup tinggi, yaitu membangunkan anak… Hehehe… Iya bener, salah-salah membangunkan, bukannya bangun, tapi malah nangis dan kemudian tidur lagi… Hahaha. Tapi disitulah seninya. Ketika kita berhasil membangunkan anak tanpa ada tangisan, berarti kita lulus melewati babak pertama.

newlife1

Babak selanjutnya adalah mengajak anak untuk mandi pagi. Ya, memandikan anak di pagi hari adalah kebiasan baru saya yang kedua. Berbagi tugas dengan istri. Saya yang mandiin, istri yang nyiapin keperluan sekolah anak dan bapaknya.. hehe. Dari mulai buku pelajaran, baju sekolah anak, sampai baju kerja bapaknya.

Nah, kalau saja semua kebiasan baru saya itu dapat dilakukan dengan lancar, selamat lah saya. Karena kalau tidak, bisa-bisa anak saya terlambat sekolah,efeknya saya pun terlambat masuk kantor. Hadeeeehhh… Ini lah yang membuat tensi saya sedikit tinggi kalau di pagi hari.. so hectic.

Biasanya ketidaklancaran itu bisa terjadi, antara lain karena anak susah dibangunin karena tidur terlalu malam atau karena ayah dan bundanya bangunnya telat… hehe. Belum lagi urusan sarapan anak. Untung saja anak saya sudah terbiasa minum shake di pagi hari. Tidak sampai 3 menit, sarapan sudah siap dihidangkan. Untung ada shake, kalau tidak, urusan sarapan bisa jadi pemicu tensi tambah tinggi… hehe.

Begitu saja, sudah membuat saya sedikit keteteran. Belum lagi, kegiatan-kegiatan lain yang masih harus dibiasakan. Antara lain, saya harus memberikan waktu saya di malam hari untuk menanyakan kegiatan anak saya di sekolah dan mendengarkan cerita mereka. Kemudian, berbagi waktu dengan istri untuk menemani anak untuk sekedar mengulang pelajaran atau membantunya membuat pekerjaan rumah (PR). Walaupun sebenarnya hal-hal ini sekali kali juga saya lakukan ketika anak saya masih TK, tapi saat ini saya menyikapinya lebih serius. Kebayang, hari-hari saya tidak akan sama lagi…

Saya sadari bahwa babak baru dengan kebiasan-kebiasaan baru harus disikapi dengan lebih dewasa dan bijaksana. Time management harus lebih diperhatikan. Emotional Management juga harus jadi perhatian.

Sekilas, dengan masuknya anak saya ke sekolah dasar terlihat menegangkan ya. Babak baru ini terlihat merepotkan ya. Sejujurnya, iya sih sedikit. Tapi positifnya adalah saya merasa ada sesuatu yang lebih dalam hidup. Dengan segala kesibukan-kesibukan baru tersebut, hidup saya jadi lebih teratur atau paling tidak terbiasa untuk hidup lebih teratur. Misalnya, saya harus bangun lebih pagi. Harus lebih sabar, agar berhasil membangunkan anak tanpa harus membuatnya menangis. Harus bisa bertenggang rasa dan bekerja sama dengan istri, karena bisa saja ini menjadi penyebab saya terlambat masuk kantor.

Kesimpulannya adalah babak baru ini.. SERU. Doakan kami sanggup menghadapinya ya.

Untuk para ayah bunda, saya tunggu sharing-nya di kolom komentar ya. Semoga kami bisa lebih baik lagi menghadapi babak baru ini.

Salam Bahagia,
Octa Dwinanda

 

 

 

 

 

One thought on “Babak Baru, Kebiasaan Baru”

Leave a Reply