Herbalife 24 Run – Lomba Lari 5 Kilometer Pertamaku

Yang, aku duluan ya. Aku tunggu kamu di garis finish. Demikian kata-kata yang saya ucapkan kepada istri, sesaat sebelum mempercepat lari pada kilometer 4 – 1 kilometer menuju garis finish – lomba lari Herbalife 24 Run… eheemmm ūüôā

Kaki terasa semakin berat, suhu badan pun meningkat seketika. Ingin rasanya berhenti, tapi terbayang medali finisher menggantung di leher. Saya putuskan untuk melanjutkan, bahkan kecepatan saya tambah lagi. Continue reading Herbalife 24 Run – Lomba Lari 5 Kilometer Pertamaku

Stop Menjelekkan Orang lain dan Membanggakan Diri Sendiri!

Dua orang pria setengah baya sedang asik ngobrol dipingiran lintasan lari. Sekilas terdengar pria yang satu sedang membicarakan orang lain. Si fulan memang begitu orangnya pak, dia itu tidak suka bergaul. Begitu yang terdengar ketika saya melewati kedua pria tersebut.

Memasuki putaran ke 10, saya kembali mendengar percakapan dua orang pria yang sedang¬†¬†berjalan memutari lintasan lari. Pria yang satu dengan nada terdengar sombong berucap “kalau jalan sih… saya mampulah”.

Itulah dua percakapan yang terdengar ketika saya latihan lari untuk persiapan Herbalife 24 Run 5K yang diadakan tanggal 2 november 2014 di Pantai Festival Ancol. Apa yang dapat Anda simpulkan dari kedua percakapan di atas? Continue reading Stop Menjelekkan Orang lain dan Membanggakan Diri Sendiri!

Bersedekah Yuk!

Iseng-iseng saya main ke blog gratisan saya dulu. Bagus-bagus juga ternyata artikelnya… hehe

Berikut saya copas salah satu artikelnya dengan judul “Bersedekah Yuk“:

Seorang ahli masak yang hebat adalah bukanlah orang yang hanya menikmati keahliannya sendiri untuk dirinya sendiri, tapi mau berbagi resep sedapnya dan memberikan manfaat kepada banyak orang. Continue reading Bersedekah Yuk!

Bekerja Sepenuh Hati Ketika Tak Sesuai Minat dan Bakat, Apa Bisa?

Bahagia rasanya apabila apa yang kita kerjakan sesuai dengan minat dan bakat yang kita miliki. Bekerja serasa bermain. Enjoy seperti anak TK yang sedang belajar di taman bermain. Walaupun belajar mereka tetap bergembira. Tidak ada beban yang harus dipikirkan. Dipikirkan pun tidak menjadi beban.

Lalu bagaimana ketika kita harus bekerja ditempat yang tidak sesuai dengan minat dan bakat? Bekerja jadi tidak optimal, setengah-setengah, tidak sepenuh hati.  Hasilnya pasti tidak memuaskan, biasa-biasa saja, bahkan mengecewakan.

Bagaimana solusinya? Continue reading Bekerja Sepenuh Hati Ketika Tak Sesuai Minat dan Bakat, Apa Bisa?

Babak Baru, Kebiasaan Baru

Sudah sekitar 2 bulan terakhir ini, saya memiliki kebiasaan baru. Setiap hari senin sampai dengan jum’at, saya harus mengantar anak sekolah. Ya, anak pertama saya tahun 2014 ini sudah masuk sekolah dasar setelah beberapa waktu sebelumnya lulus dari TK Khalifah Duren Sawit.

Sebelum mengantar anak sekolah, ada ritual yang memerlukan keahlian yang cukup tinggi, yaitu membangunkan anak… Hehehe… Iya bener, salah-salah membangunkan, bukannya bangun, tapi malah nangis dan kemudian tidur lagi… Hahaha. Tapi disitulah seninya. Ketika kita berhasil membangunkan anak tanpa ada tangisan, berarti kita lulus melewati babak pertama. Continue reading Babak Baru, Kebiasaan Baru