Apa Yang Anda Lakukan Ketika Galau?

Setiap manusia yang hidup, pastilah tidak terlepas dari permasalahan. Entah itu permasalahan yang muncul karena kelalaian kita, ataupun karena kelalaian orang lain yang berdampak langsung pada kita. Apalagi untuk orang-orang yang dalam kehidupannya banyak berinteraksi dengan orang lain, baik itu di lingkungan rumah, maupun di linkungan kantor. Benturan-benturan, kesalahpahaman merupakan hal yang tidak terelakkan.

Terlepas dari itu semua, saya menyakini bahwa hanya dengan izin Allah SWT permasalahan itu hadir. Artinya, Allah memberikan izin kepada kita untuk mencicipi hidangan berupa ujian dariNYA. Tak jarang permasalahan itu membuat kita tertekan bahkan parahnya untuk sebagian orang mungkin saja muncul perasaan bahwa hidup ini terlalu berat untuk dijalani ( ini tipe-tipe manusia lebayyy…. πŸ˜€ ).

Beberapa solusi bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan ketenangan hati. Dan pilihan terbaik adalah apalagi kalau bukan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kembalikan saja semuanya kepada Sang Pemilik Ujian Allah SWT. Cukuplah hanya Allah sebagai sandaran. Cukuplah hanya Allah sebagai pemberi petunjuk atas jawaban semua permasalahan yang kita hadapi.

Bagaimana caranya? Sesuai dengan firman Allah, “Hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang”. Perbanyak zikir, perpanjang sholat malam, dan persering membaca alqur’an. Alhamdulillah… this is work for me. Bagaimana dengan Anda? Apa yang Anda lakukan ketika galau?

Salam Bahagia,
Octa Dwinanda

Sumber Image:Β http://atmakusumah.wordpress.com/2010/05/10/menjaga-hati-dengan-mengingatnya/

6 thoughts on “Apa Yang Anda Lakukan Ketika Galau?”

  1. Ya. Janji Alloh pasti benar adanya. Hanya sering kali kita tidak yakin dan malah mencari solusi lain, yang notabene didasarkan pada kemampuan manusia yang sangat terbatas.

    Solusi Alloh SWT akan dan selalu menjadi solusi terbaik.

    1. Baik mas.. mas budi pakabar ?
      Ga semuanya saya baca mas.. yg kira2 info baru buat ku baru ku baca πŸ™‚
      Sekarang atmosfir perbloggingan sudah berbeda ya mas.. budaya saling mengunjungi dan berkomentar sudah mulai hilang… menurut mas budi gimana ?

Leave a Reply to Octa Dwinanda Cancel reply